oleh

Polrestabes Makassar Dalami Motif Penembakan Hamka Yang Diduga Dilakukan Polisi

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ramlan-Hukum, Kriminal-

MAKASSAR, BP – Insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepolisian di Jajaran Polrestabes Makassar sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Penembakan terhadap korban bernama Hamka (22) yang terjadi di Jl. Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Kamis, (25/4/) malam lalu itu rupanya diduga karena mengancam keselamatan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, korban terpaksa ditembak lantaran membawa senjata tajam berupa parang saat terlibat pertikaian.

“Jadi pada saat itu anggota pulang melaksanakan kegiatan tugas, baru datang, ada dua yang sedang ribut habis itu diamankan tapi karena ada yang mengatakan bahwa ada sesuatu (parang) makanya dulakukan tindakan oleh anggota kita,”ungkapnya saat di Mapolrestabes Makassar,” Jumat (26/4)

Kombes Dwi Ariwibowo menjelaskan, saat itu, anggota Polisi berinisial M itu baru saja pulang setelah melakukan tugas. Namun melihat pertikaian antara korban dan seseorang maka ia pun lantas melerainya.

“Informasinya membawa parang, posisi pelaku pada saat itu kondisinya pun mabuk, jadi mabuk berkelahi, anggota melerai tapi karena ada informasi membawa sesuatu tadi yang saya katakan makanya dilakukan tindakan,”terangnya

Namun begitu ia menyebut, akan menindak anggota berpangkat Ajun Insprktur Polisi Satu (Aiptu) jika terbukti bersalah.

Bahkan saat ini anggota yangbertugas di salah satu Polsek itu tengah menjalani proses pemeriksaan di Divisi Profesi dan Prngamanan (Propam) Pokrestabes Makassar

“Ia bertugas di Polsek Mariso, nanti akan saya lihat, tentunya kalau anggota saya keliru pastinya akan saya tindak. Ini kami akan masih dalami, anggota masih dilakukan pemeriksaan,”pungkasnya

Sebelumnya, kejadian ini bermula saat Hamka sedang ditawari tumpangan oleh salah seorang rekannya. Namun saat itu Hamka menolak.
Kemudian, tiba-tiba dua orang yang saling berboncengan keluar dari sebuah lorong dan langsung melepaskan tembakan yang mengenai paha kanan korban.

Hal ini diungkapkan rekan korban bernama Fajar yang membawa korban menuju Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar untuk mendapatkan pertolongan.

Fajar mengungkapkan, salah seorang yang menembak temannya itu merupakan anggota Polisi. Pasalnya ia kerap melihatnya mengenakan seragam polisi di sekitar lokasi kejadian.

“Langsung ditembak. Tidak tahu, tidak ada sepatah kata, itu Polisi. Polisi memang, karena biasa dia ke kebunnya. Ada kebunnya di belakang,” ujar Fajar.

Diketahui, saat ini kondisi korban berangsur membaik dan telah berada di rumahnya. (*)

Komentar