oleh

Rp5 Milliar, Kerugaian Negara Pada Kasus Dana Hibah Pilwalkot

Ashar Abdullah and Ramlan-Headline, Hukum, Korupsi-

MAKASSAR, BP – Penyidik Subdit III Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sulsel terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar.

Dalam progres penyidikan ini, seluruh saksi telah diperiksa termasuk ketua KPU Makassar, pasca penetapan dua tersangka yang diketahui masing-masing Seketaris KPU Makassar, Sabri dan Bendahara Pengeluatan Pembantu KPU Makassar, Habibi.

“Dari hasil penyidikan bisa berkembang ke berapa tersangka berikutnya, tapi intinya sampai sekarang sementara dua tersangka terkait kasus korupsi dana hibah Pilwali,” ungkap Dir Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono usai menggelar pres release di Loby Mapolda Sulsel, Senin (29/4)

Ia mengungkapkan, dalam penyidikan ini Ketau KPU juga telah diperiksa sebagai saksi. Hanya saja sejauh ini pihaknya baru menetapkan dua orang tersangka.

“Ketua KPU semua kita sudah diperiksa. Dari hasil gelar perkara sementara kita tetapkan dua,”katanya

Menurutnya, praktik korupsi ini dilakukan dengan melebihkan jumlah anggaran yang akan diberikan. Kelebihan anggaran itu kemudian dipotong sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Miliaran rupiah.

“Seperti melebihkan pengeluaran anggaran, melebihkan honor-honor, misalkan honornya harusnya 50 dilebihkan 100 nanti 50-nya dikantongi. Kerugian negara sekitar 5 Milliar,”terangnya

Kombes Yudhiawan menambahkan, jumlah kerugaian negara itu diketahui berdasrkan hasil penelitaian penyidik.

“Jadi kalau berdasarkan itu Indeksnya kan sudah ada, tetapi dilebihkan seolah-olah itu sah, jadi akhirnya setelah kita teliti ternyata kelebihannya itu kita jumlah-jumlah ada sekitar 5 M lebih,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus mendalami kasus ini. “Komisioner yang kemarin sementara saksi. Masih kita dalami dulu, tapi yang jelas dari hasil gelar perkara sementara baru dua ini dan sekarang yang bersangkutan masih secara intensif kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman dalam penyidikan. Nanti pokoknya kita berikan ke Media,” tandasnya. (*)

Komentar