oleh

Waduh, Enam Ketua Golkar di Sulsel Keok

Editor : Lukman Maddu-Headline, Politik-

MAKASSAR, BP – Enam ketua Partai Golkar level kabupaten/kota di Sulsel keok pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Masing-masing Ketua Golkar Bantaeng, Arfandy Idris, Ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta, Ketua Golkar Palopo, Armin Mustamin Toputiri, Ketua Golkar Sinjai, Andi Iskandar Zulkarnain Latif, Ketua Golkar Gowa, Hoist Bachtiar dan Ketua Golkar Pinrang Darwis Bastama.

Arfandy Idris yang maju di Dapil 4 DPRD Sulsel harus mengakui keunggulan Ince Langke. Ince meraih sekira 9.939 suara dari akumulatif 43.012 suara. Ketua Golkar Gowa, Hoist Bachtiar yang maju di Dapil Sulsel I untuk DPR RI kalah bersaing dengan sang petahana Hamka B Kady.

Sementara Ketua Golkar Pinrang, Darwis Bastama yang bertarung di Dapil Sulsel IX juga gagal melenaggang. Kursi Golkar di dapil yang meliputi Kabupaten Pinrang, Sidrap dan Enrekang ini diprediksi milik Zulkifli Zain.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara (Jubir) DPD I Golkar Sulsel, Risman Pasigai. Risman mengatakan, berdasarkan penghitungan suara di internal Golkar, sebanyak enam ketua partai keok alias gagal mendapat kursi.

“Pemilu 2019 ini ada enam ketua Partai Golkar gagal terpilih. Yakni, Ketua Golkar Makassar, Bantaeng, Palopo, Sinjai, Gowa dan Pinrang,” ujar Risman, Minggu (5/5).

Menurut Risman, enam ketua Partai Golkar level kabupaten/kota gagal melenggang ke parlemen lantaran tak mendapat suara yang cukup. “Mereka itu ada yang maju di DPRD kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI,” jelas Risman.

Kendati demikian, Risman mengakui bahwa tugas para ketua partai yang maju nyaleg sangat berat. Pasalnya, selaku ketua mengurusi banyak hal saat Pemilu berlangsung sehingga tak fokus pada diri sendiri. “Tugas ketua partai memang berat. Tak fokus caleg, tapi urus partai dan lainnya,” pungkasnya.

Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta tak ingin menanggapi perihal dirinya tak lolos ke parlemen. “Kan hasil rekap belum final,” singkatnya.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priatno menyebutkan, selain dari segi persaingan. Tentu berbagai isu permasalahan di internal Golkar baik nasional atau lokal sangat berdampak.

Komentar