oleh

Obsesi Ruben Amor Bangun Bisnis Perhotelan di Indonesia

Editor : Lukman Maddu-Wawancara-

JAKARTA, BP – Jumlah pembangunan hotel di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga setelah China dan India. Hal itu dikemukakan President Director PT Adonara Group, Ruben Amor dalam diskusi Pembangunan pariwisata khususnya dunia perhotelan tanah air.

“Indonesia memiliki potensi pariwisata yang patut mendapat perhatian dunia terutama dari sektor pariwisata, sebagai salah satu sumber devisa non migas yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah melalui program kerja jangka panjang, melalui kementerian pariwisata, dan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan 20.000.000 ditahun 2019 atau mengalamii kenaikan 7,2 % dari tahun 2018,” ujarnya.

Target pertumbuhan pariwisata 2019 sebesar 20 % dari pertumbuhan kenaikan ekonomi nasional sehingga percepatan akselerasi menjadi tujuan utama, dengan digalakan 10 tujuan wisata sebagai salah satu program pemerintah saat ini.

Selain daerah wisata yang menjadi tujuan destinasi, Jakarta sebagai parameter dan Bali menjadi primadona terkuat para investor dalam dan luar negeri untuk kepentingan wisata ataupun bisnis, peluang yang paling potential juga dari dari kota propinsi ataupun kabupaten dengan adanya otonomi daerah memberikan iklim investasi dari sektor pariwisata ataupun MICE menjadi sektor potential, disamping beberapa karakter daerah lain seperti Bandara, industrial area, Tambang ataupun perkembunan dan beberapa titik potential seperti stasiun kereta api yang saat ini sudah tertata dengan baik melalui pemerintah.

Faktor insfrastruktur yang tersedia dan memadai semakin memberikan kemudahan akses ditunjang dengan iklim investasi yang semakin baik dengan regulasi yang tidak berbelit belit , akan membantu para pengusaha di bidang industry pariwisata untuk menanamkan investasinya dengan baik pula ,karena jumlah kunjungan tamu hotel yang terus meningkat, maka tingkat okupansi hotel relatif tinggi,” ujar Ruben. (*)

Berikut wawancara khusus dengan President Director PT Adonara Group, Ruben Amor:

Apa yang mendasari anda membangun bisnis perhotelan ?

Tren positif pariwisata Indonesia dan hospitality industry menjadi ladang subur investasi. Pertumbuhan industri Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia berkembang pesat. Tingginya kunjungan wisatawan ke negeri garuda ini telah mendudukkan Indonesia diperingkat ketiga se-Asia dalam bidang pembangunan dan investasi perhotelan.

banyak tersebar di Indonesia, apakah tidak mengalami kesulitan ?

Ruben menambahkan, dengan semakin tingginya kunjungan wisatawan ke Jakarta dan Bali dan beberapa daerah tujuan wisata maka persaingan bisnis perhotelan semakin ketat. SDM yang direkrut perhotelan juga semakin terus mengalami peningkatan kualitas.

“Sekarang ini lapangan pekerjaan Industri perhotelan sangat menjanjikan dan boleh dikatakan sebagai salah satu industry terbesar untuk memberikan lapangan kerja yang signifikan. Hotel sebagai salah satu akomodasi memberikan ruang yang begitu besar dari semua bagian dengan berbagai disiplin ilmu untuk bisa bekerja dalam mengelolah sebuah hotel. Hal ini barangkali perlu mendapat porsi yang terhormat terutama dalam melakukan edukasi dan transformasi informasi yang actual agar dapat dipahami oleh banyak pencari kerja.

Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kerja di industry hotel hanya terbatas pada kalangan tertentu, dilain pihak masih dianggap tabuh bagi kalangan tertentu, sehingga perlu diberikan pemahaman secara utuh bahwa industry hotel disamping memberikan lapangan kerja secara professional, namun memberikan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan profesi yang sama. Selain gaji karyawan hotel juga mendapat incentive berupa service charge setiap bulannya, bahkan lebih besar dari gaji itu sendiri serta benefit lain yang sesuai dengan aturan pemerintah untuk sektor industry hotel sehingga membuat SDM hotel menjadi lebih bergengsi,” tandas Ruben yang sebelum terjun ke bisnis perhotelan pernah mengelola empat majalah yang berhubungan dengan dunia perhotelan dan industri wisata.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka saat ini Adonara Group sebagai Hotel Operator, juga memiliki sekolah pariwisata di Solo, yang saat ini sudah memasuki tahun kedua, yaitu Adonara Bina Skyline , khususnya untuk jurusan perhotelan . Lembaga pendidikan ini, tidak hanya untuk calon karyawan di Adonara Group, tetapi tersebar dibeberapa tempat, dengan Jaminan kerja disetiap unit yang dikelola oleh Adonara Group.

Apa cita cita anda sebelum terjun di Bisnis Perhotelan ?

Menjadi professional di di industry Pariwisata atau Perhotelan bukanlah cita-citanya sejak kecil. Tetapi, akhirnya dia menyukai profesi itu. Jauh sebelum mengenal dunia perhotelan, Ruben justru bercita-cita ingin menjadi pastor atau biarawan.
Keinginannya kandas karena menuntut ilmu di kepastoran membutuhkan persiapan yang matang baik secara finansial ataupun kematangan secara moral ataupun mental, banyak yang mendengar firman Tuhan, tetapi tidak semua orang dipanggil untuk mewartakan firman Tuhan dan menjadi penggembala di lading Tuhan tetapi menjadi diri sendiri yang bermanfaat bagi banyak orang sesuai dengan profesionalisme.

“jadi saya terjun ke perhotelan itu cuma ‘kecelakaan’. Namun faktanya, kerja di hotel ternyata nikmat dan lebih dinamis tanpa batas ruang dan waktu . Sebagai seorang professional saya bisa mengembangkan management terutama dalam karir saya menekuni bisnis development secara utuh dan berhasil membesarkan beberapa Group Hotel di Indonesia, baik skala Nasional maupun International.

Sebagai seorang bisnis development kita dituntut untuk bisa memahami dan mengerti secara utuh bagaimana cara melakukan investasi dengan cara dan polah yang benar sesuai dengan karakter dan daya beli masyarakat atas kebutuhan hotel dengan fasilitas yang begitu kompleks dan rumit , dengan investasi puluhan miliar.

Bukan soal yang mudah ketika kita tidak bisa memberikan pemahaman secara benar dan terbuka atas investasi dengan return yang relative lama. Ada sisi menarik dibalik profesi sebagai bisnis development adalah harus bisa menjadi seorang entrepreneur sejati dengan berbagai karakter investor yang berbeda dilatarbelakangi oleh bisnis yang berbeda tentunya membutuhkan effortyang jauh lebih besar, untuk mendapatkan persepsi, visi dan misi dalam suatu kesatuan yang utuh agar dapat berjalan secara bersama.

Setelah gagal menjadi seorang biarawan, apa yang anda lakukan ?

Gagal menjadi pastor bagi Ruben bukan kartu mati dalam hidupnya. Ruben pun mengalihkan cita-citanya untuk menjadi diplomat. Untuk mengejar profesi diplomat, dia mencoba masuk jurusan Hubungan Internasional (HI) di dua kampus di Jogjakarta.

Tujuan utamanya menjadi diplomat hanya satu, ingin keliling dunia. Tapi itu pun lagi-lagi gagal dan Ruben frustasi karena dia tidak berhasil menembus test masuk. Tuhan berkata lain terhadap nasib Ruben, dia akhirnya nyemplung di jurusan perhotelan di sebuah kampus di Jogjakarta.

“Masuk jurusan perhotelan tidak sulit. Saya juga tidak membayangkan akan jadi apa setelah lulus pendidikan perhotelan. Semua mengalir seperti air. Yang saya tahu, letak geografis wilayah Indonesia 65 persen terdiri dari lautan. Indonesia sangat kaya raya. Dengan keadaan alam seperti ini, kita harus lebih banyak mengembangkan potensi sektor pariwisata dan perhotelan,” kata Ruben yakin.

Bagaimana anda melihat pertumbuhan bisnis Perhotelan dan pariwisata , dan bagaimana peran pemenrintah dalam hal ini ?

Menurut Ruben, Bisnis perhotelan dan pariwisata secara langsung telah mengerakkan roda ekonomi makro dan mikro nasional. Agar ekonomi Indonesia semakin berkembang pesat, maka pemerintah harus bekerjasama dengan swasta khususnya dalam bidang pariwisata dan perhotelan.

“Pemerintah harus membangun dan menyediakan anggaran Insfrastruktur dan perizinan. Sedangkan pihak swasta atau investor lokal maupun mancanegara menyediakan modal untuk investasinya. Cara ini otomatis akan menggerakan roda ekonomi negara. Salah satunya ialah terserapnya lapangan pekerjaan,” ungkap Ruben.

Bagaimana tanggapan anda atas potensi pariwisata di Indonesia , dalam memajukan perekonomian nasional ?

Ruben menilai potensi industri perhotelan dan wisata nasional sangat besar. Para pelaku bisnis di sektor perhotelan dan pariwisata, baik dalam maupun luar negeri juga sangat banyak. Para pengusaha hotel pada umumnnya adalah orang kaya. Untuk itulah pemerintah harus memberikan kemudahan kepada para orang berduit ini untuk berinvetasi di Indonesia dalam regulasi keringanan tax holiday

“Dengan masuknya PMA, maka akan berdampak positif bagi terbukanya lapangan kerja dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Antara supply dan demand SDM dalam bisnis perhotelan dan pariwisata sangat tinggi, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali,” tutur Ruben.

Untuk itulah, tambah Ruben, Sekolah-sekolah kejuruan perhotelan dan pariwisata semakin menjamur karena untuk memenuhi kebutuhan SDM perhotelan dan pariwisata. Umumnya sekolah-sekolah itu juga sudah melakukan standarisasi pendidikan perhotelan. Ruben juga mengatakan bahwa perhotelan juga salah satu sektor yang mendukung properti di Indonesia semakin meningkat dan menjadi daya tarik asing untuk investasi properti.

Ditengah kesibukan sebagai professional , bagaimana anda membagi waktu bersama keluarga ?

Ditengah-tengah kesibukannya yang padat, Ruben tak lupa memberi perhatian kepada pendidikan dan mengontrol prestasi belajar dan sekolah kedua orang anaknya. Hari Sabtu dan Minggu, Ruben menumpahkan seluruh kasih sayangnya kepada istri dan kedua anaknya untuk travel ke berbagai daerah wisata di Indonesia.

“Sabtu dan Minggu adalah waktu saya untuk keluarga. Saya makan di rumah masakan istri bersama anak-anak atau jalan-jalan ke tempat wisata dan nonton film bioskop,”tandas Ruben nyantai.

Bisa diceritakan bagaimana latar belakang menjadi seorang professional yang menggeluti profesi sebagai seorang business development bertangan dingin yang fenomenal ?Bisa diceritakan memulai dari mana ?

Setelah melalui perjalanan panjang sebagai seorang professional yang sukses dalam mengembangkan jaringan hotel di Indonesia, sebut saja Choice Hotel International 26 hotel diraihnya dalam 2 tahun, Aston International Group merupakan puncak karir dengan 198 Hotel dalam kurung waktu 8 tahun, ini sekaligus menjadi cerita sukses dibalik aston group yang kian menggurita di Indonesia.

Premier Inn Hotel Group, Group hotel terbesar di Inggris ini menjadi pelabuhan berikut ketika diberikan kepercayaan untuk mengembangkan bisnis di Asia, dengan 12 Hotel project selama satu setengah tahun, sebelum mengakhiri karir sebagai professional di Plateno Hotel Group , salah satu group terbesar di China dengan ribuan hotel.

Apa target anda sebagai seorang professional ?

Target hidup yang masih dikejarnya saat ini ialah ingin memiliki Hotel Management Nasional yang berkiprah secara International. Adonara Hotels Group, merupakan Hotel Management yang saat ini mengelolah 10 hotel baik di Jakarta, Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia, dan beberapa projek hotel & villa yang dalam tahap pembangunan.

Disamping sebagai professional, saat ini kami juga sebagai hotel owner, yang memahami secara pasti bagaimana menjalankan hotel sebagai suatu bisnis jangka panjang dengan berbagai tantangan yang harus kita sikapi secara bijak agar dapat berjalan dan memberikan keuntungan.

Secara korporasi Adonara Group juga sedang mempersiapkan sebuah resort diatas lahan sebesar 5 hektar yang terletak di ujung Flores Timur tepatnya di Pulau Adonara .Adapun yang menjadi dasar utama pembangunan Resort ini adalah untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat, membantu gereja , masjid , kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat dalam bentuk foundation . Sebuah cita cita luhur untuk membantu masyarakat Flores Timur.

Saya percaya sesunggunya bahwa bekerja dengan niat, ketulusan hati serta motivasi yang positif akan melahirkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Komentar