oleh

Obsesi Ruben Amor Bangun Bisnis Perhotelan di Indonesia

Editor : Lukman Maddu-Wawancara-

Apa cita cita anda sebelum terjun di Bisnis Perhotelan ?

Menjadi professional di di industry Pariwisata atau Perhotelan bukanlah cita-citanya sejak kecil. Tetapi, akhirnya dia menyukai profesi itu. Jauh sebelum mengenal dunia perhotelan, Ruben justru bercita-cita ingin menjadi pastor atau biarawan.
Keinginannya kandas karena menuntut ilmu di kepastoran membutuhkan persiapan yang matang baik secara finansial ataupun kematangan secara moral ataupun mental, banyak yang mendengar firman Tuhan, tetapi tidak semua orang dipanggil untuk mewartakan firman Tuhan dan menjadi penggembala di lading Tuhan tetapi menjadi diri sendiri yang bermanfaat bagi banyak orang sesuai dengan profesionalisme.

“jadi saya terjun ke perhotelan itu cuma ‘kecelakaan’. Namun faktanya, kerja di hotel ternyata nikmat dan lebih dinamis tanpa batas ruang dan waktu . Sebagai seorang professional saya bisa mengembangkan management terutama dalam karir saya menekuni bisnis development secara utuh dan berhasil membesarkan beberapa Group Hotel di Indonesia, baik skala Nasional maupun International.

Sebagai seorang bisnis development kita dituntut untuk bisa memahami dan mengerti secara utuh bagaimana cara melakukan investasi dengan cara dan polah yang benar sesuai dengan karakter dan daya beli masyarakat atas kebutuhan hotel dengan fasilitas yang begitu kompleks dan rumit , dengan investasi puluhan miliar.

Bukan soal yang mudah ketika kita tidak bisa memberikan pemahaman secara benar dan terbuka atas investasi dengan return yang relative lama. Ada sisi menarik dibalik profesi sebagai bisnis development adalah harus bisa menjadi seorang entrepreneur sejati dengan berbagai karakter investor yang berbeda dilatarbelakangi oleh bisnis yang berbeda tentunya membutuhkan effort yang jauh lebih besar, untuk mendapatkan persepsi, visi dan misi dalam suatu kesatuan yang utuh agar dapat berjalan secara bersama.

Setelah gagal menjadi seorang biarawan, apa yang anda lakukan ?

Gagal menjadi pastor bagi Ruben bukan kartu mati dalam hidupnya. Ruben pun mengalihkan cita-citanya untuk menjadi diplomat. Untuk mengejar profesi diplomat, dia mencoba masuk jurusan Hubungan Internasional (HI) di dua kampus di Jogjakarta.

Tujuan utamanya menjadi diplomat hanya satu, ingin keliling dunia. Tapi itu pun lagi-lagi gagal dan Ruben frustasi karena dia tidak berhasil menembus test masuk. Tuhan berkata lain terhadap nasib Ruben, dia akhirnya nyemplung di jurusan perhotelan di sebuah kampus di Jogjakarta.

“Masuk jurusan perhotelan tidak sulit. Saya juga tidak membayangkan akan jadi apa setelah lulus pendidikan perhotelan. Semua mengalir seperti air. Yang saya tahu, letak geografis wilayah Indonesia 65 persen terdiri dari lautan. Indonesia sangat kaya raya. Dengan keadaan alam seperti ini, kita harus lebih banyak mengembangkan potensi sektor pariwisata dan perhotelan,” kata Ruben yakin.

Komentar