oleh

Alumni Pesantren IMMIM Bakal Diangkat Sebagai Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat Kelas IA

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Rusli-Edukasi-

MAKASSAR, BP – Pendidikan agama menjadi salah satu modal awal kesuksesan. Hal itulah yang menjadi pegangan hidup Sirajuddin Sailellah dalam pengalaman pribadi dan pola pendidikan di keluarganya.

Berdasarkan SK Ketua Mahkamah Agung RI, apabila tidak ada halangan, pria alumnus Pesantren IMMIM Makassar itu bakal diangkat sebagai Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat Kelas IA Khusus pada 12 Juni 2019 mendatang.

Tak pernah terpikir oleh Sirajuddin bisa menjadi hakim dan beberapa kali menjabat ketua PA di berbagai daerah.

Berawal dari pendidikan di Pondok Pesantren Ikatan Masjid Mushola Indonesia Mutahidah (Imim), Makassar, Sirajuddin kecil sudah mulai menekuni berbagai ilmu agama, berupa Fiqih, Alquran, Ilmu Alat (nahwu), bahasa Arab dan bahasa Inggris. “Dari 1981 sampai 1987 saya fokus belajar ilmu agama di pondok itu,” ujarnya.

Menjadi anak seorang petani, pria yang disapa Siroj ini juga nyambi sebagai guru ngaji di kampung. Siroj pun belajar banyak hal dari sang ayah. Ketekunan bekerja hingga keikhlasan dalam memberikan manfaat pada orang lain telah mengkristal dan menjadi falsafah hidup anak ke-7 dari tujuh bersaudara ini.

“Kata bapak saya, kamu harus berguna. Jadi prinsiphidup saya, kalau belum bisa memberikan manfaat jangan menyusahkan orang lain,” ujarnya.

Karena itu, pendidikan dianggapnya sangat penting. Hal itu mendorong Siroj muda kembali meneruskan pendidikannya di Universitas Islam Alaudin hingga lulus pada 1992. Siroj kemudian mencoba ikut tes hakim pengadilan agama hingga lolos pada 1993.

Beberapa rotasi ia jalani dengan ikhlas dan penuh pengabdian. Ia lalu pindah ke PA Majene Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 1994, dan berpindah menjadi ketua PA Watangsopeng, Sulsel pada 1997 serta ketua PA di Masambah, Sulsel 2001.

Siroj kembali pindah bertugas di PA Jakarta Barat pada 2004 sebagai asisten hakim agung, kemudian panitera pengganti MA pada 2006 sampai 2013. Di tahun yang sama, pada September ia dipercaya menjadi wakil ketua PA Bekasi. Hingga pada Oktober 2015 ia pindah ke Bogor.

Dalam meniti kariernya, semangat ayah lima anak ini untuk meneruskan pendidikan tak sedikit pun berkurang oleh kesibukan. Perlahan, setiap tingkatan jenjang pendidikan dilaluinya hingga predikat teratas. (*)

Komentar