oleh

Alumni IMMIM Ini Bakal Menjadi Ketua Pengadilan Termuda di Pengadilan Agama Jakarta Utara

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Rusli-Kolumnis-

MAKASSAR, BP – DR. H. Andi Akram, SH.,MH, lahir di Pare-pare, 14 November 1970, anak dari pasangan Drs. H. Muh. Aqil Patimpa dan Hj. Andi Maraunga. Alumni IMMIM angkatan 1982-1988 ini memperoleh pengangkatan hakim pertama kali di Pengadilan Agama Sengkang tahun 1999, kemudian ia dipindahkan menjadi Hakim PA Depok (2006), Panitera Pengganti/Asisten Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI (2009), Wakil Ketua PA Depok (2013), Ketua PA Depok (2015).

Terakhir, berdasarkan SK Ketua MA No. 74/KMA/SK/lV/2019 diangkat menjadi Ketua Pengadilan Agama Jakarta Utara akan dilantik pada tanggal 12 Juni 2019.

Andi Akram dalam langkahnya membenahi Pengadilan Agama Depok sering “blusukan” ke bawah langsung untuk mengetahui apa saja kekurangan yang ada di instansi yang ia pimpin. Seringkali dirinya langsung bertanya kepada masyarakat yang sedang berperkara tentang apa saja yang menjadi kendala bagi mereka. Hal-hal seperti ruang tunggu yang panas dan minim dan beberapa hal terlihat kecil tidak luput dari pandangan Andi Akram untuk dibenahi.

Ketika ditanyakan apakah ada semacam peward dan punishment bagi karyawan untuk membangkitkan kinerja mereka, pria kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan ini mengatakan bahwa dia mencoba untuk meminimalisir sanksi atau hukuman bagi karyawannya. Dia mengungkapkan, jika dirinya lebih senang untuk mengadakan pendekatan secara humanis.

Andi Akram melihat bahwa para karyawan yang ada di lingkungan Pengadilan Agama Depok perlu didekati secara kekeluargaan dan selalu diajak untuk berkomunikasi. Sebagaimana biasa, selama ini sudah menjadi maklum bahwa para atasan dan bawahan kurang berkomunikasi sehingga sering terjadi salah pengertian.

Dengan adanya pendekatan humanis dan sering berkomunikasi ini terbukti membuat kinerja dari karyawan menjadi jauh lebih bagus. Contoh yang sangat nyata dari perbaikan kinerja ini adalah dalam penyelesaian suatu perkara yang biasanya bisa mencapai waktu 2 sampai 3 bulan, namun saat ini pada tahun 2018, Pengadilan Agama Depok bisa menerapkan One Day Service One Day Minute. Maksud dari program One Day Service One Day Minute ini adalah untuk perkara-perkara yang salah satu pihak tidak bisa hadir bisa diputuskan hari itu juga dalam rentang waktu setengah jam sudah bisa diambil hasilnya.

Di usia 49 tahun, Andi Akram akan diangkat sebagai Ketua Pengadilan Agama Kelas lA Jakarta Utara yang mana merupakan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama yang termuda dari empat lingkungan peradilan dalam lingkungan Mahkamah Agung RI yakni Peradilan Negeri, Peradilan Agama, Peradilan TUN dan Peradilan Militer.

Akram memiliki motto hidup adalah sebuah kehormatan bagi kami jika dapat memberikan pelayanan terbaik dan rasa keadilan bagi masyarakat pencari keadilan (access to justice). (*)

Komentar