oleh

Siap-siap, Wiranto Beberkan Dalang Kerusuhan Aksi 21-22 Mei

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Hukum, Kriminal-

BP – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto akan membuka-bukaan tentang dalang kerusuhan di aksi 21-22 Mei lalu. Aksi turun ke jalan memprotes hasil pilpres yang tadinya berlangsung tertib itu berujung bentrok dengan aparat kepolisian.

Delapan orang yang dibatalkan dunia akibat kerusuhan itu. Tak butuh waktu lama Polri harus membantah tersangka di balik kerusuhan tersebut.

Menurut Wiranto, pihaknya ingin mengetahui perkembangan dari kasus kerusuhan tersebut. Mengenai penjelasan secara resmi tentang detail tokoh-tokoh yang telah ditangkap.

”Kami ingin membahas satu penjelasan lengkap tentang tokoh-tokoh yang ditangkap, alasannya,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (10/6).

Wiranto juga menyelesaikan, proses hukum terhadap tokoh-tokoh yang terlibat dalam kerusuhan di 21-22 Mei itu terus berlanjut. Tentang mencari yang diduga.

“Proses penyelidikan, penyidikan, proses pembuatan BAP agar tidak ada spekulasi baru yang dibahas masyarakat,” katanya.

Wiranto menuturkan, pihaknya akan buka-bukaan tentang kasus kerusuhan 21-22 Mei pada Selasa (11/6) besok. Diharapkan juga mengundang mantan anggota Tim Mawar.

“Jadi, besok (Selasa (11/6) itu akan selesai disampaikan kepada publik, berita acara penerimaannya. Tadi saya minta langsung diperiksa kekantor perwakilan. Dianggap (dugaan mantan Tim Mawar terlibat), nanti akan diminta oleh tim,” ungkapnya.

Sekadar informasi, kumpulan orang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu. Mereka menolak hasil pilpres 2019. Aksi yang berlangsung pada hari Selasa, 21 Mei 2019, itu berujung ricuh.

Massa membakar ban juga melempari petugas keamanan yang dikeluarkan demonstrasi. Massa juga merusak gerai cepat saji di pusat belanja Sarinah. Kerusuhan melebar ke beberapa titik di ibu kota.

Pihak kepolisian telah berpartisipasi. Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan, antara lain di Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan.

Polisi juga memberikan dua kelompok untuk membantunya. Sebanyak dua orang yang diterima dari kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi dengan ISIS.

Sementara itu, tiga orang lain juga setuju dari kelompok perusuh. Selain itu, sejumlah tokoh yang ditangkap, digantikan Walikota Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein dan Walikota Jenderal TNI (Purn) Soenarko. (JPC)

Komentar