oleh

Tak Dibantu Bupati Wajo, Pakar Nilai Akbar Faisal Permalukan Dirinya Sendiri

Editor : Lukman Maddu-Politik-

MAKASAR, BACAPESAN.COM – Pasca gagal melenggang kembali ke Senayan, Akbar Faisal terang-terangan menunjukkan kekecewaannya terhadap sejumlah kepala daerah. Dalam tulisannya yang beredar di sejumlah grup WhatsApp (WA), Akbar Faisal mengungkap jika dirinya telah dikhianati oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Diketahui pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini, Partai Nasdem hanya meraih satu kursi pada Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel DPR RI lewat Hasnah Syam yang meraih 51.748 suara. Sementara Akbar Faisal yang notabene sebagai Caleg incumbent hanya memperoleh 40.962 suara dan Sitti Maryam meraih 47.854 suara.

Terkait hal itu, Pakar Politik Univeristas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunato mengatakan seluruh pihak harus melihat konten surat tersebut dalam hal apa karena kita tau hubungannya Akbar Faisal dengan Amran Mahmud. “Kita tidak tau apakah ada kesepatan antara Pak Akbar dengan Pak Amran sehingga kita tidak bisa mengambil terlalu jauh dengan keputusan,” kata Andi Ali Armunato.

Ia mengatakan secara tidak langsung bisa saja ada korelasinya karena Kabupaten Wajo adalah satu Dapil Akbar Faisal. “Mungkin saja dia berharap (Akbar Faisal) kepada Bupati Wajo namun Pak Bupati tidak membatunya sehingga suara Pak Akbar Faisal melampaui beberapa istri bupati dan tidak bisa duduk lagi,” jelasnya.

Menurutnya, dirinya tidak bisa menyimpulkan atas kata Akbar Faisal yang menyebutkan Amran Mahmud tidak layak menjadi bupati dan tidak memiliki nilai dasar kepemimpinan.

“Ini harus melihat konten yang lebih detail. Tapi jika dikaitakan dengan Pileg itu mungkin saja sehingga Pak Akbar Faisal mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Wajo,” ungkapnya.

Ia menilai kekecewan dalam kontensasi politik suatu hal yang wajar. Pasalnya, begitu banyak kandidat namun yang duduk hanya beberapa orang saja.

“Dalam konteks politik hal biasa saja. Karena kepentingan sudah berbeda atau kepentingan paling tingga yang membuat Bupati Wajo kecewa atas kesepakatan dengan Pak Akbar Faisal. Tapi kita tidak tau kepentingan apa sehingga kita hanya bisa memberikan opini,” pungkasnya.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan rasa kecewa tentu hal yang manusiawi. Kata dia, setiap orang bisa kecewa dan mengekspresikan rasa kecewanya dengan caranya sendiri.

Komentar