oleh

Tradisi Ma’ Bisse Kaju Masih Kental di Kecamatan Bastem Utara Luwu

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Haerul-Daerah, Luwu-

LUWU, BP – Walaupun saat ini merupakan zaman modern dimana berbagai sarana dan prasana telah mudah ditemukan dalam menghadapi berbagai kegiatan.

Seperti halnya kegiatan pernikahan, syukuran maupun kegiatannya lainnya. Memasak makanan misalnya, sangat mudah menggunakan gas elpiji atau bahkan memesan chatring tetapi lain halnya di Desa Karatuan, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu lebih memilih masuk kedalam hutan untuk mencari kayu bakar.

Bukan tidak memiliki banyak uang tetapi ada tujuan dan maksud tertertentu dalam melaksanakan kegiatan itu.

Bustan selaku tuan rumah kepada media ini menuturkan bahwa tradisi Mabisse Kaju atau membela kayu untuk digunakan memasak merupakan salah satu ajang silaturahmi yang sudah turun temurun dilaksanakan.

“Memang banyak yang praktis tetapi tradisi ma’ Bisse Kaju disetiap acara merupakan salah satu tradisi yang masih kental di sini yang tujuan utamanya adalah mempererat tali silatuhmi.Semua warga setempat bahkan tetangga kampung akan turut serta mengambil bagian”ujarnya Sabtu (15/6/2019).

Bustam menambahkan Mabisse Kaju ini dilaksanakan untuk pelaksanaan syukuran atas kelulusan menggapai studi jenjang starata satu (S1) anaknya yang akan berlangsung pada Selasa (15/6/2019).

“Ini acara syukuran usai tercapainya S1 anak saya dari Institut Agama Islam Negeri Palopo (IAIN) Palopo”pungkasnya. (*)

Komentar