oleh

Ajiep Padindang Ajak Konsolidasi Sosial Politik Pasca Pemilu 2019

Editor : Lukman Maddu-Gowa, Politik-

GOWA, BACAPESAN.COM – Anggota DPD RI dari Sulawesi Selatan Ajiep Padindang melakukan Dialog Publik bersama segment Pengurus KNPI dan Mahasiswa di Cafe Loebang Djarum Sungguminasa Kabupaten Gowa, Minggu (16/6).

Tema yang diangkat pada Kegiatan Dialog Publk tersebut adalah “Konsolidasi Sosial Politik Pasca Pemilu 2019”. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh DPD KNPI Kabupaten Gowa.

Ketua KNPI Gowa Usman Baddu menguraikan bahwa ide Dialog Publik ini untuk mendiskusikan berbagai hal yang terkait fenomena sosial politik yang terjadi di tengah-tengah kehidupan. Berbangsa. Bernegara dan Bermasyarakat pasca pemilu 2019 yang baru saja dilaksanakan. meskipun saat ini masih terus berproses di ranah MK dan KPU Pusat.

Ajiep Padindang selaku Narasumber pada kegiatan tersebut dalam kapasitasnya selaku Anggota DPR RI dan tokoh politik di Sulawesi Selatan banyak menguraikan dan membedah kondisi Sosial Politik Pasca Pemilu 2019 dengan merujuk dengan pendekatan budaya dan politik.

“Tema yang diangkat pada kegiatan Dialog Publik ini sangat relevan dengan kondisi kekinian. Memang sepantasnya KNPI dan pemuda secara umum harus berinisiatif dan mengambil peran dalam menyikapi isu-isu kekinian. apalagi menyangkut kepentingan banyak orang,” ucap Ajiep membuka penyajian materinya.

Lebih lanjut Ajiep mengatakan kondisi sosial politik pasca pemilu 2019 harus dikonsolidasikan oleh semua segnent kelompok masyarakat dan bergulir secara perlahan dan diharapkan teejadi kosolidasi secara nasional. Semua pihak harus duduk bersama dan membangun keaepahaman bersama pula untuk membahas dan menemukan ide dan solusi permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat pasca pemilu tahun ini.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa telah terjadi sekat-sekat dan hubungan yang kurang harmonis antar kelompok-kelompok kepentingan paaca pemilu tahun ini. Disinilah pentingnya membangun konsolidasi untuk menyatukan kembali pemahaman bersama dalam membangun diri. lingkungan. lingkungan keluarga. lingkungan sosial. daerah dan negara,” urai Ajiep.

Menurut Ajiep, pendekatan budaya dan agama menjadi sebuah sarana yang sangat penting untuk mengkonsolidasikan kembali kondisi sosial politik pasca pemilu. Dengan pendekatan budaya misalnya Siri na pacce yang masih banyak melekat dalam diri orang Makassar bugis.

“Bila ini terus digelorakan dalam diri dan lingkungan sosial masyarakat Insya Allah akan berimbas pada kondisi politik lokal di daerah, demikian pula dengan pendekatan agama melalui mubalik akan memberikan pencerahan pada masyarakat dalam menyikapi kondisi sosial.politik pasca pemilu,” tandas Ajiep.

Pada sesi tanya jawab, peserta banyak menyoroti tentang kondisi politik dan sosial masyarakat saat pemilu kemarin, salah satunya adalah politik transaksional yang makin massif dan menjadi rahasia umum. Selain itu terjadi sekat-sekat sosial di tengah-tengah masyarakat akibat peebedaan pelihan politik. Hal tersebut dijawab dengan lugas oleh Ajiep Padindang dan Usman Baddu saat proses dialog publik tersebut. (*)

Komentar