oleh

Masrur Makmur Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun Pariwisata di Sulsel

Editor : Lukman Maddu-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XIX yang berlangsung di Wisma Negara CPI, menjadi momentum tepat memajukan daerah. Termasuk dalam pengembangan sektor pariwisata di Sulsel.

Owner PT Bali Maspindjinra (BMC), Masrur Makmur La Tanro mengatakan, semua pihak harus bersinergi dalam membangun pariwisata daerah. Tidak boleh ada yang jalan sendiri karena sangat tidak mudah untuk membangun sektor pariwisata.

“Membangun ataupun memajukan sektor pariwisata itu harus berbasis kearifan lokal. Hanya dengan begini maka pariwisata daerah bisa maju,” ujar Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Bali itu.

Pengusaha yang juga bergerak dalam jual beli valuta asing terkenal di Bali dengan Merek PT. Baji Maspin Tjinra (BMC) menambahkan, Indonesia sudah memiliki daya tarik secara alamiah. Bahkan, kata dia, pemerintah sudah mengusung 10 destinasi wisata.

“Tinggal sekarang pemerintah harus berjuang dalam membenahi semua fasilitas wisata,” terang owner RM Wong Solo itu.

Pada kesempatan ini, Masrur juga mengemukakan soal usahanya yang memberi kesempatan karyawan untuk mandiri.

“Terakhir membuka peluang bagi karyawan yang ingin mandiri atau membuka money changer sendiri. Dengan memberikan bantuan berupa pikiran/pendapat, SDM ataupun dalam bentuk dana,” jelas Masrur.

Di PSBM ini juga, Masrur menantang para Saudagaryang ingin berinvestasi dalam perdagangan Money changer. Ia mengaku siap memberikan pelatihan khusus.

Diakui, pariwisata bisa maju bila lima komponen bekerja komprehensif. Seperti, pertama, attraction. Indonesia sudah memiliki daya tarik secara alamiah. Bahkan pemerintah sudah mengusung sepuluh destinasi wisata.

Kedua, amenities/fasilitas. restaurant yang hygienis, kendaraan terintegrasi,
toko handycrath, Unit kesehatan.

Ketiga, ancillary service / fasilitas
Keempat, aksesibilitas pariwisata membutuhkan rangkaian penghubung agar memudahkan wisatawan. Kelima, ancilary service. Dimana pemerintah memegang peran kunci dalan menggerakan pariwisata bekerja sama pihak swasta, akademisi dan media sehingga pariwisata bisa maju.

Di Bali, katanya, ada BTDC Nusa Dua. Ada pula lapangan golf berskala international 350 Ha. Bus pariwisata terintegrasi dengan jurusan objek wisata. “Dengan aksesibilitas melahirkan kenyamanan bagi wisatawan,” ujarnya.

Masrur dengan kearifan lokalnya telah mendirikan BMC saat ini memiliki 30 cabang Money Changer, dimana tiga di Makassar. Demikian pula rumah makan di Makassar, Lombok dan Ubud.

Selain itu sebagai spirit kepada para saudagar beberapa buku yang telah ditulis Masrur, diantaranya, Pelangi di Atas Awan, Dilarang Miskin, Jangan Takut Mati, dan Umat Islam Dilarang Sakit. (*)

Komentar