oleh

PWI Lutra Desak Polres Palopo Tangkap Pelaku Pelemparan Mobil Wartawan Rakyat Sulsel

Lukman Maddu-Headline, Luwu-

MASAMBA, BACAPESAN.COM – Pengurus Korda PWI Luwu Utara menyikapi adanya aksi teror dan pelemparan terhadap wartawan Harian Rakyat Sulsel, Haerul Tungga.

Kasus yang menimpa anggota PWI Korda Luwu Utara ini merupakan pelanggaran besar. Karena menyangkut kebebasan pers yang masuk dalan pilarl keempat demokrasi.

Ini diatur dalam undang -undang pers nomor 40 tahun 1999. “Kami dari PWI Luwu Utara mendesak Kapolres Palopo menangkap pelaku. Karena kasus ini terhadi di Salutete Kelurahan Maroangin Kecamatan Telluwanua Kota Palopo, Jumat malam 21 Juni,” kata Sekretaris PWI Korda Luwu Utara, Syahruddin, Minggu (23/6/2019).

PWI Luwu Utara mendesak segera menangkap pelaku dan menproses secara hukum. Pelaku bukan hanya melakukan teror dan melempar mobil wartawan Rakyat Sulsel karena terkait liputan. Tapi juga menghalang-halangi kerja wartawan.

Mobil Haerul diketahui dilempar usai pulang meliput di Desa Pompengan Tengah Kecamatan Lamasi Timur Kabupaten Luwu.

Haerul merupakan anggota PWI Luwu Raya ini telah nelaporkan kasus ini ke Polres Palopo.

“Saya dihentikan oleh adik kepala desa di Saluteta.Mobil saya dilempar batu,” kata Haerul saat memberi laporan ke polisi.

Dari informasi didapatkan, pelaku diketahui bernama Veron dan rekannya Amaluddin alias Papa Paye yang merupakan saudara angkat kepala desa Pompengan Tengah, Rustan. (*)

Komentar