oleh

Manjakan Jamaah, BMC Kini Buka di Asrama Haji Sudiang

Editor : Lukman Maddu-Info Umroh/Haji-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Menjelang musim haji 2019, PT Bali Maspintjinra (BMC) menyediakan layanan penukaran Saudi Arabian Riyal (SAR) atau uang riyal dan Dollar bagi calon jamaah haji Indonesia.

Ketua Ikatan Saudagar Muslim Bali (ISMI) Provinsi Bali, sekaligus pemilik dan pendiri PT Bali Maspintjinra (BMC), Masrur Makmur La Tanro mengatakan, untuk pelayanan wilayah Sulsel, pihaknya membuka sejumlah outlet penukaran.

“Untuk memudahkan pelayanan pada Jamaah Haji di Makassar, PT.Bali Maspintjinra (BMC) membuka outlet pelayanan di Asrama Haji Sudiang,” ungkapnya, Sabtu (29/6/2019).

Outlet ini pun, memberikan pelayanan selama 24 jam untuk memudahkan para jamaah haji yang hendak menukarkan uang.

Selain itu, PT.Bali Maspintjinra (BMC) juga turut membuka tiga cabang di Makassar yakni di Jln. Ratulangi, Jln.Perintis Kemerdekaan, serta Jln. Sultan Alauddin.

Usaha money changer yang s
dirintis oleh pengusaha asal Bumi Massenrempulu tersebut, kini telah beromset hingga Rp7 triliun per tahun.

PT Bali Maspintjinra AMC sendiri sampai sekarang sudah memiliki 30 kantor cabang yang tersebar di Pulau Bali, Lombok, Makassar, dan Yogyakarta.

Dalam proses panjang tersebut, Masrur mengaku berbagai giat yang menjadi prinsip kuat dalam kehidupannya yang dipegang teguh. Seperti Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh.

Lebih lanjut terangnya, Manajemen modern dan Manajemen Spiritual, menganggap staff/karyawan sebagai mitra kerja, dan teman, karena karyawan merupakan asset paling berharga dalam perusahaan.

Masrur mengatakan, yang tidak kalah penting adalah menanamkan kepada masing-masing karyawan Sense Of Belonging atau rasa kepemilikan terhadap perusahaan, membuka koperasi dari dana/keuntungan perusahaan, membuka kantor cabang khusus yang keuntungannya dibagikan kepada setiap karyawan.

Memberikan reward kepada karyawan yang berprestasi berupa berangkat umrah atau jalan-jalan keluar negeri.

“Terakhir membuka peluang bagi karyawan yang ingin mandiri atau membuka money changer sendiri. Dengan memberikan bantuan berupa pikiran/pendapat, SDM ataupun dalam bentuk dana,” jelas Masrur. (Ira)

Komentar