oleh

Peran Petugas Haji

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

Haji adalah suatu rangkaian ibadah yang di dalamnya mencakup aktivitas ihram, wukuf, thawaf, sai dan tahallul yang dilaksanakan di tempat tertentu dan waktu tertentu.

Ibadah haji sebagai rukun kelima dalam pokok bangunan syariat Islam merupakan impian setiap orang Islam. Dalam konteks inilah, sehingga ibadah ini dipandang sebagai penyempurna dalam spektrum keislaman seseorang karena telah nelaksanakan seluruh rukun Islam.

Bahkan setiap hamba Allah yang telah melaksanakan haji secara sosiologis juga mengalami grafiks peeningkatan status sosialnya. Biasanya dalam kultur keislaman di Indonesia khususnya, termasuk di Sulawesi Selatan seseorang yang telah menunaikan ibadah haji langsung dipanggil “pak haji”, “ibu haji” bahkan “puang haji”.

Kenapa demikian karena memang dalam salah satu doa ketika menunaikan haji yakni ketika melihat ka’bah, doa yang diminta oleh jemaah haji adalah memohon kepada Allah agar dirinya dijadikan sebagai hamba yang hajinya mabrur dengan memiliki kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kewibawaan.

Berhubung haji merupakan ibadah badaniyah, di samping ruhiyah dan maliyah, maka ibadah ini membutuhkan kesiapan dokumen haji, manasik haji, kesehatan fisik yang prima juga akhlak sosial yang mendukung interaksi kolektif secara baik. Namun demikian, ada berbagai kenyataan perhajian bahwa jemaah haji memiliki latar belakang, kondisi kesehatan, dan pemahaman manasik yang beragam, maka di sinilah dibutuhkan adanya petugas haji yang profesional, integritas, komitmen dan kepedulian tinggi.

Berdasarkan survey indeka kepuasan jemaah haji tahun 1439 Hijriyah yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) peran petugas haji Indonesia menempati posisi kedua dalam mengangkat indeks kepuasan jemaah dengan capaian 87,69 % setelah layanan bus antarkota yang mencapai 88,25 %.

Berdasarkan data di atas, maka peran dan tingkat profesionalitas, integritas, komitmen dan kepedulian petugas dalam melayani, membimbing dan melindungi jemaah haji sangat menentukan dan memiliki posisi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas dan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia.
Hari ini (9/7/2019) Pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Pusat menerbangkan 370 orang petugas haji dari jumlah total PPIH Arab Saudi 1.022 orang yang akan ditempatkan di Daker dan benrbagai Sektor Makkah.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam amanahnya saat membuka secara resmi Pembekalan Petugas Haji Indonesia Tahun 1440 H/2019 M mengemukakan bahwa petugas haji adalah merupakan manusia pilihan, sebuah nikmat Allah yang wajib disyukuri karena diberikan kesempatan untuk melayani hamba terbaik (para tamu Allah, dhuyufurrahman; di tempat terbaik dan dengan niat terbaik; sekaligus diberikan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji. Namun demikian, lanjut putra KH Saifuddin Zuhri ini bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani, membimbing dan melindungi jemaah haji. (*)

Oleh Dr H Kaswad Sartono
Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel
Ketua Sektor 2 Makkah

Komentar