oleh

Mabes Polri Tegaskan Iwan Bule Tak Terlibat Kasus Penyiraman Novel

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Hukum-

BACAPESAN.COM – Nama Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Komjen Pol Mochamad Iriawan mencuat akibat diperiksa oleh tim pakar bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian terkait kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Pasalnya dia turut dimintai keterangan mengingat peristiwa ini terjadi saat Iriawan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mangatakan, Iriawan tak terlibat kasus tersebut. Iwan Bule -sapaan Iriawan- hanya sekadar diwawancara oleh tim pakar bukan diperiksa layaknya tersangka kasus pidana.

“Kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan beliau (Iriawan), dan tim yang dibentuk beliau sudah bekerja secara profesional dan proses pembuktian secara ilmiah untuk mengungkap kasus tersebut,” ujar Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/7).

Dedi menjelaskan, wawancara bertujuan menggali informasi dari yang diketahui Iriawan ketika menjabat Kapolda Metro Jaya. “Karena kapasitas beliau saat kejadian tersebut sebagai Kapolda Metro dan informasi lain yang beredar,” lanjutnya.

Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (10/7). Jika hasil Investigasi TGPF tidak sesuai harapan, bersama dengan YLBHI, LBH Jakarta, Kontras, ICW, Amnesty Internasional, PSHK AMAR serta serta sejumlah kelompok yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil, mendesak agar Presiden yang langsung turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, agar tidak menjadi ancaman bagi upaya pemberaantasan korupsi. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan, saat menjadi Kapolda, Iriawan juga telah membentuk tim khusus untuk kasus Novel. Oleh sebab itu, wajar apabila tim pakar kemudian menemui Iriawan guna semakin melengkapi laporan yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolri.

“Dan sudah clear, beliau (Iriawan) sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Beliau juga sampaikan secara umum hasil kerja tim yang menangani kasus ini selama menjabat sebagai Kapolda Metro kepada tim pakar,” kata Dedi.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Dok JawaPos.com)

“Komjen Iriawan tidak pernah dipanggil. Tapi tim gabungan pakar datang ke beliau, untuk membicarakan atau ngobrol klarifikasi tentang kasus penyiraman Novel,” imbuhnya.

Karena bukan pemeriksaan, maka wawancara tim pakar dengan Iriawan tidak dibuatkan sebuah Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Melainkan hanya sebatas draft laporan yang dilampirkan kepada Kapolri.

“Karena sifatnya klarifikasi maka dimasukan ke dalam laporan saja. Mereka tidak membuat BAP, kan tidak projusticia,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Iriawan menegaskan, siap melawan tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya. Termasuk soal kabar diperiksa oleh tim pakar kasus Novel Baswedan. Iwan Bule menyebut memang tim pakar datang ke kantornya di Lemhanas pada dua bulan lalu.

“Bukan diperiksa tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itukan di-BAP, tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan,” kata Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (sestama-Lemhanas) itu, Minggu (14/7).

Iwan Bule mengklaim sangat tenang menghadapi pertemuan dengan tim pakar kasus Novel Baswedan. Ketenangan itu karena mantan kapolda Metro Jaya itu merasa tidak mengetahui pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan itu.

“Saya nggak tahu apa-apa tentang pelaku penyiraman Novel. Apalagi tahu pelakunya. Saya nggak ada sangkut paut dengan kasus ini. Mungkin TGPF merasa, saya tahu kasusnya Novel. Saya bilang nggak tahu,” tegas Iriawan. (JPC)

Komentar