oleh

Nelayan Minta Gubernur Sulsel Terapkan Ide-ide Saat Jadi Bupati di Bantaeng

Editor : Ashar Abdullah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Perwakilan nelayan Kelurahan Untia, Buhari meminta Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah agar menerapkan ide-ide besarnya saat memimpin kabupaten Bantaeng selama 10 tahun untuk para nelayan di Kota Makassar.

Menurut Buhari, selama sosok Nurdin Abdullah menjadi orang nomor satu di Bantaeng, nelayan dan petani di daerah tersebut sudah sejahtera.

Kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantaeng tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat Untia. Mereka pun meminta pemerintah provinsi melatih seluruh nelayan di Kota Makassar bahkan 23 kabupaten kota lainnya di Sulsel.

Gagasan guru besar Unhas Makassar itu saat di Bantaeng menurut Buhari harus dinikmati juga oleh masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya.

“Banyak ide-ide yang menyentuh dari bapak Gubernur Sulsel. Ide-ide besar bapak Gubernur di Bantaeng harus diterapkan juga untuk kami nelayan di Untia. Kami siap dibimbing atau diadakan pelatihan, dibina sehingga kami punya kemajuan,” ungkap Buhari di hadapan Gubernur Nurdin Abdullah di Pelabuhan Perikanan Untia, Makassar, Senin (15/7).

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel mengatakan pelabuhan Untia merupakan proyek strategis bagi Sulsel sebagai pelabuhan perikanan sekaligus kawasan industri perikanan yang sudah berkembang dengan baik.

Hanya saja menurut Nurdin, harus didahului dengan peningkatan kapasitas dan skill baik pada proses penangkapan ikan maupun pengelolaan perolehan ikan.

“Pemprov akan care terhadap bagaimana menghadapi hambatan-hambatan yang dihadapi para nelayan kita, terutama itu untuk izin berlayar mereka keluhkan,” jelas Nurdin.

Mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini juga berharap semua stakeholder ikut berpartisipasi dalam menjawab keluhan nelayan saat ini.

Saat ini diakui Nurdin Pemerintah sudah hadir, dan tidak lama lagi perbankan akan hadir juga untuk mempermudah nelayan dalam hal keuangan.

“Perbankan hadir, pemerintah hadir untuk lebih memudahkan mendapatkan modal bagi seluruh nelayan kita,” ujar alumni Fakultas Kehutanan Unhas Makassar itu.

Yang paling penting kata Nurdin Abdullah, bagaimana pemerintah hadir untuk menyediakan alat tangkap ikan bagi nelayan. Alat tangkap ikan nelayan sudah ada anggarannya hanya saja masih menunggu model alat tangkap seperti yang dinginkan oleh nelayan.

“Tentu ke depan alat tangkap nelayan kita harus diperbaiki, tapi saya minta masukan dari mereka, mereka butuh berapa GT terus alat tangkapannya seperti apa atau yang ramah lingkungan sesuai aturan yang ada,” tutupnya. (*)

Komentar