oleh

Rekonsiliasi, Sebuah Kebutuhan

Editor : Lukman Maddu-Kolumnis-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Setelah pertemuan Jokowi-Prabowo, Sabtu, 3 Juli 2019, beberapa portal media online nasional angkat judul berita rekonsialiasi. Kompas misalnya, mengutip komentar Ketua MPR, Zulkifli Hasan, “rekonsialiasi baik untuk kepentingan bangsa.”

Dua organisasi massa besar, NU dan Muhammadiyah sepakat menilai Ijtima Ulama IV tidak perlu dilakukan lagi. Sebab, pertemuan Jokowi-Prabowo dinilai sebagai langkah positif demi kepentingan yang lebih besar, bangsa ini.

Kini, saatnya kisah perbedaan dukungan dan pilihan calon presiden antara jokowi-Prabowo telah berakhir.

Jokowi-Prabowo telah bertemu di MRT. Pertemuan mereka diakhiri dengan makan siang. Pertemuan mereka telah mencairkan perbedaan selama ini. Diharapkan mantan pentolan tokoh-tokoh pilpres segera turun meyakinkan massa atau anggotanya untuk melupakan perbedaan pilihan capres dan cawapres, dan mengikuti rekonsiliasi seperti yang dicontohkan oleh Jokowi-Prabowo.

Rekonsiliasi adalah sebuah ikhtiar yang diiringi dengan perbuatan untuk memulihkan kembali hubungan persahabatan dari dua calon presiden. Rekonsialiasi adalah sebuah kebutuhan bersama untuk seluruh anak negeri, tanpa kecuali. Saatnya, kita melupakan perbedaan atau move on dari pilpres. Kita kembali bekerja atau beraktivitas ke habitat atau profesi kita masing-masing. Kita songsong hari esok yang lebih baik. Rekonsiliasi adalah sebuah kebutuhan bagi kita semua. (Saleh Mude)

Komentar