oleh

Jaksa Eksekusi Satu Tersangka Kasus Utang Obat RSUD, Yamin Masih dalam Pengejaran

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Rahmaniar-Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Kota Parepare dieksekusi Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare, Selasa, (16/7/2019).

Tersangka bernama Muhammad Syukur dieksekusi sekira pukul 00.45 dini hari, di rumah keluarganya, Perumahan Graha Samata, Kabupaten Gowa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare, Andi Darmawangsa mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada tersangka, Rabu, (17/7/2019), hari ini.

“Untuk semwntara kita titip di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Parepare,” kata Andi Darmawangsa kepada sejunlah awak media.

Seyogianya pemeriksaan dilakukan pada saat penangkapan, namun karena tersangka tidak didampingi kuasa hukum, sehingga pemeriksaan baru dilakukan hari ini.

“Kaami menunggu pengacaranya yang sedang berada di Makassar. Ternyata, mereka juga kurang berkoordinasi satu sama lain. Jadi, kami tidak bisa melakukan pemeriksaan, dan kami juga tidak bisa menunjuk pengacara untuk mereka karena sudah ada yang mereka tunjuk,” urai mantan Kasi Intel Kejari Jakarta Barat ini.

Darmawangsa menambahkan, untuk tersangka lain, Taufiqurrahman, akan menyerahkan diri. Hal itu setelah Kejari mendapat konfirmasi dari keluarga tersangka, sedangkan dr Muhammad Yamin masih dalam pengejaran. “Yamin masih diburu,” ungkap mantan Kajari Teluk Kantan ini.

“Mudah-mudahan Taufiqurrahman juga tergerak hatinya untuk menyerahkan diri seperti informasi dari keluarganya, begitupun dengan Yamin yang sampai saat ini belum ada infonya. Namun, kita akan berhadapan melalui pra peradilan pada Jumat, pekan ini,” lanjutnya.

Diketahui kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus dugaan korupsi pengadaan obat di RSUD Andi Makkasau pada 2015 hingga 2017 ini telah mencapai Rp 3.4 miliar, dari kerugian sebelumnya yang hanya Rp 2.3 miliar.

Penyidik menilai, ada keterkaitan antara kasus RSUD dengan raibnya dana Dinas Kesehatan Parepare.

“Dugaan sementara bahwa anggaran Dinkes digunakan untuk menutupi kerugian di RSUD, berdasarkan keterangan saksi nanti di persidangan JPU akan membuktikan, ini masih dugaan, semua fakta akan kita uji di persidangan,” terang Andi Darmawangsa beberapa waktu lalu.

Ketiga tersangka masing-masing, dr Muhammad Yamin (eks Plt Direktur RS Andi Makkasau/eks Kadis Kesehatan Parepare), Taufiqurrahman (eks Bendahara RS Andi Makkasau), dan Muh Syukur (eks pengadaan obat RS Andi Makkasau). (*)

Komentar