oleh

Ridwan Abdullah Raih Penganugerahan Pioneer In Education Award dari AB-PTSI Pusat

Editor : Lukman Maddu-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ketua Umum Pengurus Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta se Indonesa ( AB-PPTSI Pusat), Prof. Thomas Suyatno menyerahkan penghargaan Penghargaan “ Pioneer In Education Award “ kepada tokoh yang dinilai berjasa dalam bidang pendidikan, Selasa (16/7) di Rujab Gubernur Sulsel.

Penghargaan “ Pioneer In Educatin Award “ dr AB – PTSI Pusat kepada mereka yang dinilai berjasa dalam pengembangan bidang pendidikan di Sulsel.

Penganugerahan diterima Ir HM Ridwan Abdullah,MSc yang merupakan Ketua AB-PTSI Indonesia Timur pertama selama dua periode yang saat itu juga menjabat Ketua BPH Yayasan H Andi Sose. Selanjutnya, KH Ramly (alm) selaku pendiri Yayasan Wakaf UMI.

Tokoh lainnya, penganugerahan pada al Mukarram Prof. Dr. H Abdurrahman A Basalamah (alm) sebagai Penggagas Pendirian Organisasi Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta se Indonesa ( AB- PPTSI Pusat).

Penghargaan diterima Dr. Muhammad Basalamah SE .MM (Putra ketiga almarhum.Prof. Dr. H Abdurrahman A Basalamah).

Sementara itu, Ridwan Abdullah yang kini, Ketua Umum YASDIC Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (IMMIM) Makassar itu menyebutkan, mengenangmasa lalu, bermodalkan semangat perjuangan dan kerjasama sesama pengurus dan anggota AB-PTSI Pusat dan Wilayah, beberapa di era kepengurusannya berhasil
memenangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketika itu, perjuangan terkait tentang gugatan terhadap UU Badan Hukum Pendidikan. Konsekwensi hukumnya, UU BHP tersebut dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi pada waktu itu.

Pasca keputusan MK tersebut, lanjut Ridwan, suasana kebathinan Yayasan Penyelenggara PTS yang kurang lebih 3000-an di seluruh Indonesia saat itu, betul-betul mengaku merasa sangat legak.

Mengapa demikian?, oleh karena konsekwensi dan status yayasan terhadap PTS yang dikelola sebagai pemilik/pendiri harus dilepaskan kepemilikannya lewat Notaris kepada Badan Hukum Pendidikan.

”Bagaimana reaksi dan mimik H Andi Sose, ketika kami sampaikan dampak hubungan yayasan sebagai pendiri Perguruan Tinggi dengan operasional PTS setelah UU BPH dijalankan,” kata Ridwan.

Saat itu H Andi Sose (alm) menegaskan, ”Lebih baik, kita kembali angkat senjata untuk berjuang di hutan,” kenang Ridwan. (*)

Komentar