oleh

Bawahan Bongkar Perjalanan Dinas Fiktif Gubernur ke Jepang

Editor : Lukman Maddu-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Mantan Kabiro Umum Pemprov Sulsel, Muhammad Hatta mengungkapkan sejumlah kejanggalan perjalanan dinas yang dilakukan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) ke luar negeri. Salah satunya saat berkunjung ke Jepang, Desember tahun 2018 lalu.

Hal itu dibeberkan Hatta saat menjadi terperiksa dalam sidang Hak Angket DPRD Sulsel, Selasa (23/07).

Dalam kesaksiannya, Hatta mengatakan jika saat itu Nurdin Abdullah berangkat ke Jepang bersama enam orang Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang kini menjadi TGUPP yang statusnya bukan ASN Pemprov Sulsel.

“Saya sudah sampaikan kepada ajudan dan staf khusus kalau hanya kepala daerah yang memiliki anggaran keluar negeri. Enam orang itu tidak ada tapi saya diminta ke rujab dan gubenur (Nurdin Abdullah) meminta untuk memfasilitasi mereka,” ungkap Hatta.

Adapun tim TGUPP yang berangkat diantaranya Rudy Djamaluddin (Member of TP2D), Jayadi Nas Kamaluddin (Member of TP2D), Janice Katherine Widjaja (Member of TP2D), Raysen wijaya kusuma (Staff of Governor), Andi Asmi Citra Malina (Special staff of Governor) dan Diyah Yumeina Razak Datu (special staff of Governor).

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dikeluarkan saat itu berjumlah Rp 282 juta untuk tiket dan akomodasi. Jumlah itu di luar uang saku Rp 10 juta yang juga dikeluarkan Biro Umum untuk masing-masing anggota rombongan. “Kurang lebih Rp 282 juta dan uang saku masing-masing Rp 10 juta setiap orang,” sebut Hatta.

Meski tidak masuk dalam pos pembiayaan, para staf gubernur ini disebut Hatta tetap berangkat ke Jepang. Bahkan keberangkatan mereka ke luar negeri menurut Hatta tidak mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Dokumen mereka juga tidak lengkap karena tidak ada izin dari kementerian,” beber Hatta.

Selain itu kata Hatta, perjalanan dinasNA ke Jepang bersama 6 anggota TGUPP menggunakan travel milik Liestiaty. Liestiaty sendiri merupakan istri Nurdin Abdullah. “Namanya Travel Hakata. Sepengetahuan saya milik ibu Liestiaty (istri Gubenur Nurdin Abdullah),” ucap Hatta.

Hatta sempat merasa kaget saat pihak travel datang menemui dirinya dan meminta untuk segera diselesaikan dan memperlihatkan nama-nama yang ingin berangkat. “Besarnya nilai tergantung penawaran travel. Tidak ada pembanding karena sudah ditunjuk. Tidak tahu siapa, karena pihak travel tiba-tiba datang ke saya, bahwa ini rombongan yang berangkat,” kata Hatta.

Terkait pencopotan dirinya sebagai Kabiro Umum Pemprov Sulsel, Hatta mengaku pasrah. “Pencopotan saya hingga saat ini saya belum tahu apa dasarnya,” ujar Hatta.

Komentar