oleh

Selamat Bekerja Pak Rektor

Editor : Lukman Maddu-Kolumnis-

BACAPESAN.COM – Kemarin adalah “hari bersejarah besar” dalam hidup seorang Prof. Hamdan Juhannis. Dia dilantik oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sebagai Rektor baru UIN Alauddin, 2019-2024 di kantor pusat Kementerian Agama, Jl. Lapangan Banteng, kawasan Gambir, Jakarta.

Hamdan dilahirkan di Watampone, 25 Maret 1971, alumni jurusan bahasa Inggris Alauddin, meraih gelar master dan doktornya di McGill Kanada dan Australian National Universirty (ANU). Hamdan meraih guru besarnya di umur 38 tahun, guru besar termuda dalam sejarah UIN Alauddin dalam bidang Sosiologi Agama. Jabatan terakhirnya adalah Wakil Rektor 4 bidang kerjasama.

Di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat penting, dosen, pemakalah dan pengkhutbah, Hamdan masih sempat menelurkan banyak artikel. Di bulan Ramadan lalu misalnya, dia hampir tiap hari memposting tulisan “adonana ramadan.” Sebelumnya, Hamdan telah menulis buku biografinya yang berjudul, “Melawan Takdir.” Buku ini cukup fenomenal dan telah diangkat ke layar kaca oleh Quraisy Mathar.

Film “Melawan Takdir,” menurut Quraisy Mathar, sang sutradara, memuat 70 persen cerita soal masa anak-anak, bagus ditonton karena banyak pesan moral dan motivasi untuk anak-anak. Film ini mengambil 3 tempat lokasi syuting: Makassar, Bone, Australia, dan diproduksi oleh Rumah 7 Langit, dan ketika diputar perdana di beberapa bioskop, 19 April 2018 lalu. Di Makassar misalnya, ditonton oleh banyak warga dan petinggi Sulawesi Selatan. Film ini dinilai inspiratif, mengikuti jejak Film Laskar Pelangi. Hamdan telah melawan takdirnya yang serba terbatas tapi bisa meraih cita-citanya, termasuk ditakdirkan sebagai Rektor Alauddin.

Hamdan, setelah dilantik oleh Menteri Agama, sebagai orang nomor wahid di Alauddin, tentu akan lebih fokus pada usaha membenahi berbagai masalah internal dan ekstermal Alauddin. Banyak masalah dan harapan menanti Pak Rektor baru.

Saya sebagai teman, ingin menitip kalimat ini Yth. Rektor baru, “jika Anda berhasil membangun UIN Alauddin 5 tahun ke depan, percayalah, peluang berkiprah di tingkat nasional sangat terbuka. Anda punya kemampuan dan ada jalannya.”

Selamat bekerja Pak Rektor baru. (**)

Komentar