oleh

Gerakan Pemuda Intelektual Demo Soal Penyalahgunaan Anggaran Bibit Bawang Merah

Editor : Ashar Abdullah-Daerah, Enrekang-

BACAPESAN.COM – Gerakan Pemuda Intelektual melakukan demo terkait penyalahgunaan anggaran pengadaan bibit bawang merah.

Dimana, anggaran tersebut bersumber dari APBD itu, dalam pelaksanaan kegiatannya melalui SK Persial pada tahun 2017 Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang diduga terjadi penyalahgunaan anggaran dan dan praktek tindak pidana korupsi yang berpotensi merugikan negara hingga milyaran rupiah.

“Kami menilai adanya pemalsuan dokumen bahwa benih bawang merah tersebut di campur antara beda variates dan bibit lokal enrekang yang di sortir dan diberikan label hingga menyerupai bibit unggul tanpa melalui prosedur yang resmi melalui penangkaran bibit resmi dan pada saat bibit benih tersebut di tanam petani 90 persen gagal panen yang merugikan petani hingga puluhan juta rupiah,” ungkap salah satu anggota aksi.

Di samping itu, lanjutnya, kelompok tani yang mendapatkan benih atau bibit bawang harusnya juga mendapatkan cultivator untuk menunjang pengelolaan lahan tanam, tapi fakta di lapangan justru tidak ada dan tanpa melalui mekanisme yang ada.

Pagu anggaran benih atau bibit bawang tersebut kami nilai gelondongan karna tidak sesuai mekanisme yang ada karna tidak melalui pembahasan rapat anggaran di DPRD Enrekang. Anggaran benih atau bibit bawang di duga mark up oleh pihak pejabat yang berwenang di lingkup Kabupaten Enrekang karena tidak sesuai dengan harga satuan benih atau bibit bawang di pasaran pada saat itu,” ucapnya.


Oleh itu kami tergabung dalam gerakan Pemuda Intelektual tuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah dan cultivator dinas pertanian Kabupaten Enrekang
. Kami mendesak Polda Sulsel untuk mengaudit Dinas pertanian Enrekang, dan memeriksa perusahaan selaku pemenang tender dalam pengadaan bibit bawang merah dan cultivator,” jelasnya. (*)

Komentar