oleh

Teman Istri NA Jadi “Makelar Proyek” di Pemprov Sulsel

Editor : Lukman Maddu-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tim Pansus Hak Angket DPRD Sulsel telah melakukan pemeriksaan terhadap Hajerah, yang merupakan orang dekat Lies F Nurdin, isteri dari Nurdin Abdullah. Hajerah diduga berperan sebagai makelar proyek, yang menguasai 46 paket proyek di sejumlah OPD di lingkup Pemprov Sulsel.

Adapun 46 paket proyek yang dimaksud, terdiri dari 33 paket di Dinas Kehutanan dengan total anggaran Rp 11 miliar. Kemudian, ada enam paket di Dinas Sumber Daya Air dan Cipta Karya Sulsel dengan total anggaran Rp 6,15 miliar. Adapula tujuh paket di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, yang nilainya mencapai Rp 2,28 miliar.

Dalam sidang angket yang dipimpin Kadir Halid tersebut terungkap, awal kedekatan Hajerah dengan Lies F Nurdin. Semua berawal ketika suami Hajerah, menjabat sebagai Kepala Dinas PU di Kabupaten Bantaeng, saat Nurdin Abdullah masih menjabat Bupati di daerah tersebut.

Saat Nurdin Abdullah bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) lalu, Hajerah juga berperan sebagai relawan. Ia diberi tanggungjawab untuk memenangkan Nurdin Abdullah di Kabupaten Pinrang, kampung halamannya.

Setelah Nurdin Abdullah menjabat gubernur dan Lies sebagai Ketua PKK Sulsel, Hajerah diberi posisi strategis di PKK Sulsel, sebagai Wakil Ketua. Ia juga kerap mendampingi Lies di sejumlah acara, termasuk saat kunjungan Lies ke Padang, baru-baru ini.

Terkait keterlibatannya dalam upaya “bagi-bagi” proyek di Pemprov Sulsel, Hajerah beberapa kali membantah. Ia mengelak, dan menegaskan jika dirinya tak memiliki satupun perusahaan.

Dalam sidang tersebut, juga terungkap jika Hajerah pernah mendatangi Inspektorat Sulsel, untuk membantu salah satu pengusaha asal Pinrang, yang proyeknya dibatalkan karena bermasalah. Kedatangannya ke Inspektorat, untuk membawa surat sanggahan dari pemilik perusahaan yang bernama Otis.

Kedatangan Hajerah ke Inspektorat, dipertanyakan sejumlah panitia angket. Mengingat, Hajerah tak memiliki kapasitas apapun, dan mengaku tak memiliki keterkaitan apapun dengan perusahaan tersebut. “Saya hanya bantu teman saja. Karena satu kampung, dan dia meminta tolong,” kata Hajerah.

Ia juga beberapa kali membantah jika dirinya dan Otis merupakan tim sukses Nurdin Abdullah di Pinrang. Namun saat dikonfrontir, ia tak bisa lagi mengelak.

Komentar