oleh

Mengenal Lebih Dekat, Hj Andriana, Dokter Haji DRW

Editor : Ashar Abdullah-Kolumnis-

Dokter Hj. Andriana, Sp.THT.MSi.Med., mengaku lahir di Semarang, Jawa Tengah, 18 April 1965. Andriana adalah pendamping jemaah haji utama PT Dua Ribu Wisata (DRW) tahun haji 2019 ini.

Andriana, bekerja sebagai dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorakan(THT) di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dan pengajar matakuliah THT di Universitas Sultan Agung Islam ( Unissula) Semarang.

Andriana menyelesaikan studinya pada Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung Semarang; program spesialis dan masternya di Universitas Diponegoro Semarang; dan sedang merampungkan program doktornya di Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah.  Andriana diperistri oleh Bapak Brahmantya, dan telah dikaruniai 2 orang putri.

“Saya mengenal baik Biro Haji Utama PT Dua Ribu Wisata melalui Komisaris Utamanya, Bapak Mulya Said. Tahun ini adalah kedua kalinya saya sebagai dokter pendamping jemaah DRW, pertama, tahun 2012,” katanya.

DUA PESAN
Pertama, dokter Andriana berpesan agar setiap jemaah jangan takut melihat dan merasakan cuaca yang super panas, ekstrim. Diperkirakan bisa mencapai 42 derajat celcius. Akibatnya, jemaah mudah kena dehidrasi, bila mata mulai berkunang-kunang harap hati-hati karena dapat menyebabkan syok atau pingsan. Kelembaban yang rendah akan mengganggu pernafasan, hidung mimisan, bibir kering bahkan bisa pecah-pecah. Dokter Andriana menyarankan agar setiap jemaah selalu memakai masker pelindung muka dan sering menyemprot atau membasahi wajahdan banyak minum air zamzam, jangan tunggu haus. Bawa botol isi ulang ke Masjidil Nabawi atau Masjidil Haram. Bagi jemaah yang sedang batuk-batuk, sebaiknya hindari berdekatan bicara dengan jemaah yang lain, dan sebaiknya selalu memakai masker, agar tidak menularkan penyakit batuknya.

Kedua, jangan tunggu haus dan lapar atau selera Jangan minum air dingin. Harus banyak makan termasuk makan buah karena di Arab Saudi itu kurang sayuran, yang banyak kua rempah. Jemaah juga diimbau agar jangan banyak keluar di jalan, menghindari cuaca panas yang ekstrim, jika pun harus keluar dari lingkungan Masjidil Nabawi dan Masjidil Haram, misalnya pergi belanja atau ziarah ke pusat-pusat bersejarah Islam, sebaiknya pakai payung. Waktu belanja oleh-oleh, bisa pilih sore atau malam hari karena toko-toko masih buka. Andriana juga mengaku telah membawa berbagai jenis obat dalam jumlah stok banyak.

KESAN
Dokter Adriana mengaku senang dan bersyukur bisa ditugaskan sebagai dokter pendamping jemaah DRW. “Saya itu punya kesan baik pada Manajemen DRW, mereka profesional, fasilitas serba baik, terjamin, dan sangat humanis, mengutamakan kekeluargaan. Satu lagi, makanan dan minuman masya Allah selalu berlimpah.”
M. Saleh Mude, Kontributor Bacapesan.com.

Komentar