oleh

Warga Pangkep Kini Bisa Tukar Sampah dengan Sembako

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Atho-Pangkep-

PANGKEP, BACAPESAN.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkep Agussalim Gassing, jualan “martabak telor”. Tapi martabak telor milik Agussalim bukanlah kuliner khas Arab seperti yang selama ini kita nikmati, melainkan sebuah program inovasi, untuk menekan dan mencegah pencemaran sampah plastik.

Martabak Telor milik Agussalim merupakan singkatan dari Mari Tukar Sampah Dengan Sembako, Tena Loro (Tanpa Sampah), “bersih”, dimana sampah plastik milik masyarakat dapat ditukar dengan sembako dan kebutuhan rumah tangga.

“Ini program inovasi saya di latpim II, jadi masyarakat bisa menukar sampah plastik, termasuk kardus dengan sembako dan kebutuhan lain,” ungkap Agussalim.

Pria yang akrab disapa Agus tersebut menjelaskan, secara teknis sampah plastik atau kardus milik masyarakat, ditukarkan di toko khusus berbayar sampah yang telah ditunjuk pihak dinas, yang kemudian sampah tersebut dikelola bumdes untuk dijual ke bang sampah kabupaten.

“Sampah plastik ini ditimbang di toko berbayar sampah, misal harga plastik Rp1000 per kilo, kalau ada 5kg, berarti masyarakat bisa mengambil barang seharga Rp5000,” jelasnya.

Saat ini, program Martabak Telor tersebut sudah pada tahap uji coba di dua desa, yakni Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, dan Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, dengan harapan program tersebut dapat direalisasi di seluruh desa di Kabupaten Pangkep.

Program ini sendiri diakui sebagai upaya untuk mengajak masyarakat, ikut berperan serta dalam menjaga lungkungan, termasuk menekan jumlah sampah plastik ke tempat pembuangan akhir.

Saat ini rata rata produksi sampah nasional mencapai 0,4 kg perhari per kepala, jika di kabupaten Pangkep memiliki jumlah penduduk kurang lebih 300.000 jiwa, maka produksi sampah yang dihasilkan masyarakat sebanyak 120 ton per hari. (*)

Komentar