oleh

Proyek CPI Dihentikan Oleh Pemprov Sulsel, Ini Alasannya

Editor : Ashar Abdullah-Headline, Metro, Pemerintahan-

BACAPESAN.COM – Proyek Pemrov Sulsel di Center point of Indonesia (CPI), dihentikan. Termasuk pembangunan Wisma Negara. Masjid 99 Kubah pun tak luput. Tak ada anggaran pembangunan lanjutan untuk masjid ikonik itu tahun ini. Desainnya juga dipersoalkan.

Konstruksinya dianggap tak sesuai lokasinya. Area masjid terkesan tertutup. Selaku masjid yang dibangun di kawasan pesisir, mestinya memiliki ventilasi besar.

Evaluasi atas proyek peninggalan mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo itu dilakukan setelah Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla berkunjung ke lokasi pembangunan, Senin, 12 Agustus.

Kunjungan pria yang akrab disapa JK bersama sang istri, Mufida, itu awalnya hanya sekadar joging. Ia didampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. Selama joging mereka menelusuri Jalan Haji Bau dan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Selain keluarga besar JK, juga ada Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi; Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin; mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo; dan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Aroma Busuk

Pria kelahiran Watampone itu terlihat semangat memperhatikan pembangunan Masjid 99 Kubah. Sekitar 45 menit, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia berada di lokasi itu. Usai membahas pembangunan masjid, mereka bergeser ke Anjungan Pantai Losari.

Di Losari, kedatangan orang nomor dua di Republik Indonesia ini disambut anggota Paskibra Kota Makassar yang sedang senam bersama. Sebelum kembali ke kediamannya, JK menikmati penganan kue tradisional Sulsel, buroncong.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, kunjungan JK untuk melihat semua lingkungan CPI. Ada beberapa persoalan yang jadi perhatiannya. Termasuk masalah bau di Losari.

“Pak JK sudah memanggil pengembangnya untuk dicarikan solusi. Mungkin saja penyebab bau itu dikarenakan sirkulasi air yang belum bergerak,” bebernya.

Persoalan lain, adalah pembangunan masjid. Kata dia, perlu dilakukan redesain. Masjid 99 Kubah ini dinilai lebih tepat tidak menggunakan pendingin ruangan.
“Harus kondisi tidak ber-AC, karena ada di pinggir pantai. Pak JK langsung telepon Ridwan Kamil agar mengirim desain konsep sesuai kondisi masjid saat ini. Harus tambah ventilasi,” bebernya.

Mantan Bupati Bantaeng ini menegaskan tak ada pembongkaran bangunan yang sudah ada. Desain awal pun tak akan jauh berubah. Hanya tambahan ventilasi di dinding bangunan, agar udara bisa masuk.

JK menginginkan proses redesain bisa lebih cepat. “Memang harus segera diredesain. Kami upayakan anggaran untuk masjid sudah ada 2020 mendatang,” tambahnya.

Masih Diaudit

Nurdin Abdullah memastikan, tak ada anggaran untuk pembangunan Masjid 99 Kubah di dalam APBD Perubahan 2019 ini. Alokasi anggaran baru dikucurkan pada APBD 2020. Hal ini dikarenakan proses audit fisik masih berjalan.

Dijelaskannya, audit fisik dilakukan Politeknik Negeri Bandung. Jika prosesnya tuntas, pembangunan masjid peninggalan di era Syahrul Yasin Limpo itu segera diselesaikan.”Tunggu auditnya rampung, sekali dianggarkan tahun depan, langsung selesai. Begitu juga Stadion Barombong,” ucapnya.

Selain masjid, juga pembangunan Wisma Negara. Ia memastikan pembangunannya tak lanjut. Tambahan alokasi anggaran yang besar jadi salah satu pertimbangannya. Sebab, baru satu bangunan yang tuntas.

Juga, ia melihat Wisma Negara sudah beralih fungsi. Tidak ada anggaran pusat alias APBN yang digelontorkan, melainkan hanya APBD Sulsel. Wisma Negara pun dinilainya perlu redesain.

“Janganlah dikasi penuh gedung tinggi di situ. Cukup public space, biar rakyat yang menikmati. Apalagi disitukan (CPI) ada perumahan-perumahan elite, universitas, ada rumah sakit. Jadi ini harus menjadi public space,” tambahnya.

Konsep Alam

Konsultan Detail Engineering Design (DED) Masjid 99 Kubah, Mursyid Mustafa mengatakan, sebetulnya masjid itu sudah didesain dengan konsep menggunakan ventilasi pendingin alam. Meski begitu mereka tetap menyiapkan alternatif pendingin, jika jemaah masjid membeludak.

Dengan kondisi bangunan sekarang, sudah cukup mengkover aliran udara untuk masuk ke dalam masjid. Makanya di 2017 lalu, pihaknya merancang desain masjid dengan beberapa ventilasi crossing di bagian dindingnya. Ini untuk pergerakan sirkulasi udara.

“Cuma kalau ventilasi ditambah lebih dari ini, kami khawatir angin kencang akan membahayakan jemaah. Kami sudah perhitungkan dengan desain yang sekarang sudah bagus,” ungkapnya.

Diakuinya, desain awal masjid itu lahir dari ide Ridwan Kamil yang kini jadi Gubernur Jawa Barat. Ada dua opsi yang ditawarkan. Hanya saja, ide awal Masjid 99 Kubah dipilih. “Pas kami desain, lalu perlihatkan ke Pak Ridwan kamil dan Pak Syahrul langsung disetujui. Kami harap segera tuntas,” tambahnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan pihaknya berencana ingin mengusulkan anggaran Rp50 miliar via APBD-P. “Itu untuk irigasi masjid serta finishing beberapa bangunan. Masih ada 17 kubah belum terbangun,” kuncinya. (ful-edo/abg-zuk/fo)

Komentar