oleh

LBH Dorong Korban dari PT Cempaka Nusantara Lapor ke KY

Editor : Ashar Abdullah-Hukum-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tudingan adanya dugaan kongkalikong antara hakim Pengadilan Negeri Makassar dengan penggugat saat memutus sidang praperadilan yang diajukan tersangka kasus penggelapan dan penipuan masing-masing atas nama Arifuddin dan Masnawir yang merupakan direksi dan bendahara PT Cempaka Nusantara mendapatkan perhatian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.

Direktur LBH Makassar, Haswandy Andy Mas SH, mengatakan, hal itu bisa memburuk citra institusi penegak hukum.
“Kalau tudingan itu benar-benar terjadi, maka bisa merusak citra penegak hukum dalam hal ini hakim dan lembaganya Pengadilan Negeri Makassar,” terangnya.

Haswandy menyarankan jika memang ada dugaan itu, maka sebaiknya langkah yang ditempuh adalah melaporkan hakim terkait ke Komisi Yudisial (KY).

“Jika memang ada dugaan kongkalikong yang dilakukan hakim terkait dalam mengadili perkara tersebut, maka langkah yang ditempuh adalah silahkan lapor ke Komisi Yudisial. Namun perlu diperjelas sebelumnya terkait apa yang dimaksud dengan ‘kongkalikong’ tersebut ? karena dasar laporan pengaduan kepada Komisi Yudisial adalah terdapat dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perlaku hakim yang diduga dilakukan hakim terkait dalam memeriksa dan mengadili perkara tersebut,” ujarnya.

Meski demikian Haswandy menjelaskan, menyangkut pertimbangan hakim bahwa praperadilan dikabulkan dengan pertimbangan kasus pokok sebenarnya adalah perkara perdata, maka itu sudah ranah kewenangan hakim yang memeriksa dan mengadili.

“Sudah menjadi kewenangan hakim memeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara. Termasuk jika pertimbangan hakim bahwa praperadilan itu dikabulkan dengan pertimbangan kasus pokok sebenarnya adalah perkara perdata,” bebernya.

Sebelumnya, penasehat hukum pekerja yang menjadi mitra kerja PT Cempaka Nusantara menilai hakim Pengadilan Negeri Makassar kongkalikong dengan tersangka kasus penggelapan dan penipuan masing-masing atas nama Arifuddin dan Masnawir yang merupakan direksi dan bendahara PT Cempaka Nusantara.

Komentar