oleh

Diduga Tak Transparan, Papan Informasi APBDes Desa Su’rulangi Tidak Terpampang

Editor : Lukman Maddu-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Dana Desa (DD) yang dikucurkan dan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kepada semua Desa di seluruh Indonesia adalah untuk kepentingan masyarakat. Yaitu untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi.

Untuk itu, masyarakat (publik) harus mengetahui berapa anggaran dan peruntukannya.

Namun kenyataannya, di Desa Su’rulangi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar tampaknya sengaja tidak memasang papan informasi APBDes 2019, di dinding kantor Pemerintahan Desa untuk ‘menutupi’ anggaran.

Sangat disayangkan, oknum Kades maupun Perangkat Desa tidak menyadari pentingnya Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Kepala Desa diimbau dapat memasang papan informasi tentang penggunaan Dana Desa (DD), agar masyarakat dapat mengetahui poin-poin penggunaannya,” ucap Nasrullah, aktivis Takalar, Minggu (18/8/2019).

Dengan dikucurkan Dana Desa tahun 2019, maka tidak sepatutnya papan informasi tersebut tidak terpampang atau terpasang.

“Setiap Kepala Desa harus memasang papan informasi tentang penggunaan Dana Desa, agar masyarakat dapat mengetahui dan memonitoring pelaksanaan Dana Desa itu. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan transparansi dalam pemanfaatan Dana Desa kepada masyarakat,” tutur Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah menegaskan, bila tidak ditindaklanjuti, maka sesuai perintah Kementerian Desa (Kemendes), Desa tersebut tidak akan menerima Dana Desa tahap berikutnya.

“Jika di desa itu tidak ada papan informasi ADD dan DD beserta peruntukannya, maka silahkan masyarakat lapor pada kami. Agar kami dapat membuat surat rekomendasi ke pihak terkait untuk dapat memberikan sanksi penundaan pencairan ADD dan DD tahap berikutnya,” lanjut Nasrullah.

Sementara, Penjabat (PJ) Kepala Desa Su’rulangi, Baharuddin, S.Sos, M.Si yang dikonfirmasi mengatakan akan segera memasang kembali papan informasi tentang penggunaan Dana Desa (DD) yang sempat roboh.

“Oh iya baru saya ingat, kemarin itu sebelum 17-an robek dan roboh ki karena angin sangat kencang dipasang samping jembatan masuk ke kantor. Insya allah satu dua hari mau dibuat ulang baru dipasang kembali,” ucap Baharuddin. (Ady)

Komentar