oleh

Prof. Hamka Haq Sebut Pentingnya Pertemuan Ilmuan Bugis-Makassar

Editor : Lukman Maddu-Nusantara-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Prof. Dr. Hamka Haq adalah salah satu tokoh perantau KKSS yang sudah bermukim lebih 10 tahun di Jakarta. Berprofesi sebagai intelektual (ulama), politisi, dan salah satu petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menitipkan harapan dan pesannya kepada para peserta dan kandidat calon ketua umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) yang akan berkumpul di hajatan pesta demokrasi lima tahunan, Musyawarah Besar (Mubes) KKSS, di Solo, Jawa Tengah, 15-17 November 2019.

Menurut Prof. Hamka, Sulawesi Selatan telah melahirkan sejumlah ilmuwan (ulama) hebat pada beberapa bidang. Sejak abad XVII. Nama sosok ulama Syekh Yusuf Al-Makassari, tak asing lagi, ahli tasawuf dan pejuang nasional bahkan berjuang sampai ke Afrika Selatan.

Kalau selama ini dipahami bahwa dakwah Islam datang dari Arab Saudi, Timur Tengah ke Timur, khususnya Asia Tenggara, maka Syekh Yusuf membuktikan bahwa dakwah Islam juga datang dari Timur (Indonesia) ke Barat, Afrika Selatan.

Dalam dunia sastra, seorang perempuan bernama Cholliq Pujie Arung Pancana Toa yang telah menulis ulang kisah La Galigo, yang karyanya masih utuh tersimpan di Universitas Leiden, Belanda.

Sementara di zaman sekarang tak asing lagi sosok Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, dalam sains dan teknologi, Presiden RI ke-3 RI; Prof. KH. Ali Yafie, mantan Rais ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) dan Ketua Umum MUI. Beliau adalah ulama fiqih, jebolan pesantren yangdapat berdiskusi di forum-forum Internasional di Eropa dan sejumlah universitas di tanah air; M. Jusuf Kalla, pebisnis (saudagar), ahli ekonomi, dan politisi kawakan, Wakil Presiden dua periode di dua zaman presiden yang berbeda; Prof. Dr. M. Quraish Shihab, ahli tafsir pertama bertaraf international di Asia Tenggara; dll.

Ide dan harapan Prof. Hamka akan pentingnya BPP KKSS menggelar “Pertemuan Ilmuan dan Cendekiawan Bugis-Makassar” itu telah dikemukakan beberapa tahun lampau.

“Idealnya, KKSS tidak hanya melaksanakan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) tiap tahun tapi perlu juga mengadakan Pertemuan Ilmuan dan Cendekiawan Bugis Makassar. Negara dan bangsa ini tidak hanya butuh ekonomi tapi juga perlu membangun sumberdaya manusia (SDM)-nya. Untuk membangun SDM itu dibutuhkan peran ilmuan dan cendekiawan(panrita)-nya,” kata Hamka Haq.

Untuk mengetahui seberapa besar potensi ilmuan dan cenkiawan (ulama) yang menjadi aset Sulawesi Selatan, saatnya perlu diadakan Pertemuan Ilmuwan dan Cendekiawan Sulsel, difasilitasi oleh BPP KKSS.

Jika pertemuan Ilmuan ini terlaksana, Panitia dapat mengundang semua guru besar, doktor, master, dll. Mereka dimohon membawa buku-buku, karya-karya mereka, lalu kita buat perpustakaan KKSS di Jakarta.

Semoga pesan dan harapan Prof. Hamka ini menjadi masukan dan diterima oleh Ketua Umum dan Pengurus terpilih di Kabinet Baru, Kepengurusan BPP KKSS Periode 2019-2024. (M. Saleh Mude)

Komentar