oleh

Komunitas Waria Se Sulsel Silatuhrahmi dengan Ketua TP PKK

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Rezky Nurul-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Ketua TP PKK Sulsel Liestiaty Fachruddin mengadakan pertemuan dengan Komunitas Waria Se Sulsel, di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (28/8).

Pertemuan dengan tujuan silaturahmi dengan istri Gubernur Sulsel tersebut bukan untuk pertama kalinya dilaksanakan. Sebelumnya sudah beberapa kali mereka melakukan pertemuan bahkan sejak Nurdin Abdullah masih menjabat sebagai Bupati di Bantaeng

Ketua Komunitas Waria yang biasa dipanggil Haji Ida Hamid (Haji Abdul Hamid) mengatakan jika Liestiaty beserta suaminya sangat memperhatikan mereka meskipun komunitas mereka berbeda dengan yang lain.

“Kemarin pada saat pemilihan juga kita memberikan dukungan, seluruh waria yang ada diseluruh Sulawesi Selatan saya kerahkan untuk mendukung ibu, karena ibu dan bapak itu sangat memperhatikan kita, setiap ada kegiatan sebelum dia jadi gubernur masih jadi bupati selalu ada-ada saja kegiatan yang dilaksanakan, tidak pernah lepas dari komunitas kita,” ucap kHaji Ida Hamid.

Selain itu mereka juga menceritakan kepada Liesti bagaimana saat mereka ingin melakukan kegiatan yang menurut mereka positif seperti mengadakan perlombaan namun tetap di tolak oleh masyarakat. Sehingga mereka merencanakan untuk melakukan pertemuan bulan depan untuk membicarakan hal tersebut.

“Barangkali bulan depan itu kita adakan pertemuan bersama ketua ketua waria kota kabupaten se sulawesi selatan untuk membahas masalah ini , untuk membahas apa yang harus kita laksanakan dan apa yang tidak boleh kita laksanakan,” ungkapnya.

Komunitas Waria Se Sulawesi Selatan telah dibentuk sejak 1995 pertamakali di Bulukumba. Tentunya ada pro dan kontra saat mereka membentuk komunitas tersebut.

Stigma dan deskriminasi selalu mereka dapatkan dari masyarakat yang tidak setuju dengan adanya komunitas mereka. Namun mereka tetap menghadapi dengan positif, tidak melawan arus dan tetap tenang.

“Walaupun mereka jahat tapi kita balas dengan kebaikan, akhirnya mereka sadari sendiri bahwa oh ternyata komunitas ini orangnya baik,” ucapnya H. Ida Hamid. (*)

Komentar