oleh

Rehabilitasi Aula UPT SPNF SKB Diduga Dikerja Tak Sesuai RAB

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Supahrin-Daerah, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN. COM – Pemerintah pusat telah mengucurkan miliaran rupiah Dana Alokasi Umum (DAU) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar untuk pembangunan dan rehabilitasi Ruang Kelas Belajar (RKB).

Hanya saja, pada proses pelaksanaannya pihak Kepala UPT Sekolah mengerjakan tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Seperti pengerjaan rehabilitasi Aula UPT Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang yang diduga mengerjakan tak sesuai RAB.

Salah satu aktivis Takalar, Nasrullah menegaskan bahwa rehabilitasi ruang Aula UPT. SPNF SKB kuat dugaan dikerja tak sesuai dengan RAB. Pasalnya, tidak ada penggantian kusen jendela, pihak pelaksana hanya melakukan pengecetan pada tembok, plafon dan kusen jendela di ruang aula, sehingga terlihat baru kembali.

“Saya liat yang diganti, hanya les plant dan sebagian plafon bagian depan, ironinya lagi, pelaksana menggunakan cat Aries dimana cat Aries merupakan salah satu cat kategori murah. Padahal anggarannya cukup besar karena berksiar Rp 600 juta dari DAU tahun 2019 dan dilaksanakan oleh Kepala UPT SPNF SKB selaku penanggungjawab,” ungkapnya, Jum’at (30/08).

Nasrullah juga mengingatkan kepada Tim Provisional Hand Over (PHO) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar tidak melakukan konspirasi dengan Kepala UPT SPNF SKB selaku penanggungjawab kegiatan.

Sebab, nantinya saya bakal melaporkan dipenegak hukum beberapa pengerjaan Rehabilitasi dan pembangunan RKB di Takalar, tegas Nasrullah.

Kepala UPT. SPNF SKB Takalar, Syamsuddin saat dikonfirmasi item pekerjaannya, dia menyampaikan bahwa pekerjaan lisplang kayu 20 persen, plesteran 35 persen, acian dinding 35 persen, partisi dinding gypsum 100 persen, cat dinding 100 persen, cat kayu 100 persen, cat plapon 100 persen.

Namun, Syamsuddin tidak mampu memberikan penjelasan yang secara detail terkait item pekerjaannya yang dia sebut. (*)

Komentar