oleh

BI Sempurnakan SPI, Transaksi Kliring Bisa Lebih Mudah dan Nyaman

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Bisnis, Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bank Indonesia (BI) Sulsel kembali melakukan pemyempurnaan terkait Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) dalam hal ini adalah transaksi kliring.

Penyempurnaan tersebut menurut Pj. Kepala Grup Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administras, Iwan Setiawan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri dengan tetap memperhatikan perlindungan kepada nasabah.

Dalam penyempurnaan, lanjut Iwan, ada lima visi yang tentunya mempermudah transaksi.

“Penyempurnaan kebijakan tersebut meliputi penambahan periode setelmen dana pada Layanan Transfer Dana yang sebelumnya 5 (lima) kali sehari yaitu pada pukul 09.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB menjadi 9 (sembilan) kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 16.45 WIB.” Katanya Jumat (30/08/2019) kemarin.

Selain penambahan periode setelan dana, Percepatan Service Level Agreement (SLA) sebagai dampak penambahan periode setelmen pada Layanan Transfer Dana juga dilakukan.

“Sebelumnya SLA wajib dilakukan paling lama 2 (dua) jam sejak Bank melakukan pengaksepan perintah transfer dana menjadi paling lama 1 (satu) jam sejak Bank melakukan pengaksepan perintah transfer dana”bebernya.

Tidak hanya itu, menurut Iwan Penambahan periode setelmen dana pada Layanan Pembayaran Reguler yang sebelumnya 2 (dua) kali sehari yaitu pada pukul 08.00 dan 14.00 WIB menjadi 9 (sembilan) kali

“Sebelumnya pembayaran reguler hanya dua kali, saat ini ditambah menjadi 9 kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan
16.45 WIB,” lanjutnya.

Selanjutnya menurut Iwan Penyesuaian biaya pada Layanan Transfer Dana yang dikenakan Bank Indonesia kepada Bank (Peserta SKNBI) juga diturunkan.

“Yang sebelumnya dikenakan sebesar Rp1.000,00 (seribu rupiah) per transaksi menjadi sebesar Rp600,00 (enam ratus rupiah) per transaksi,” katanya.

Terakhir, pemyempurnaan tersebut terkait penyesuaian biaya pada layanan transfer dana yang dikenakan Bank (Peserta SKNBI) kepada nasabah.

“Sebelumnya dikenakan maksimal sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah) per transksi menjadi maksimal sebesar Rp3.500,00 (tiga ribu lima ratus rupiah) per transaksi,” tutup Iwan. (*)

Komentar