oleh

Soal Jenazah Dibopong Sarung Pulang ke Rumah, Begini Penjelasan Plt Kadis Dinkes Takalar

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN. COM – Daeng Kanang (58) yang merupakan salah satu warga Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, meninggal dunia di Puskesmas (PKM) Pattoppakang, Desa Pattoppakang, Kecamatan Mangarabombang (Marbo).

Ironinya, mayat Daeng Kanang dibopong pulang ke rumahnya dengan menggunakan sarung oleh keluarganya, lantaran mereka kecewa dengan pihak Puskesmas Pattoppakang karena pada saat pasien tak sadarkan diri, keluarga pasien mendesak untuk diantar pulang ke rumahnya dengan menggunakan mobil ambulance Puskesmas Pattoppakang.

“Namun pada saat itu, pasien sebelum meninggal tidak bisa diantar pulang ke rumahnya dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas Pattoppakang karena sopir Ambulance pulang ke rumahnya makan, Sabtu sore (31/08),” kata salah seorang sumber Rakyat Sulsel, Sabtu malam (31/08).

Diketahui, Daeng Kanang dilarikan ke Puskesmas Pattoppakang karena telah mengeluhkan nyeri ulu hati, sakit perut, dan mual muntah yang dirasakan sejak sore hari.

Kemudian di sore hari jelang magrib dia dibawa ke PKM Pattoppakang untuk mendapat perawatan intensif. Tapi Naas, nyawanya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia, pada pukul 17.50 wita, Sabtu (31/08).

Plt Kadis Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, membenarkn kalau pasien Puskesmas Pattoppakang yang meninggal dunia dan di pulangkan ke rumahnya di Desa Cikoang dengan cara dibopong oleh keluarganya.

“Pasien datang ke PKM Pattoppakang, Sabtu (31/08/2019) jam 17.23, pasien ini mengeluhan nyeri ulu hati, sakit perut, dan mual muntah yang dirasakan sejak sore hari dan tindakan Perawat PKM Pattoppakang lansung memeriksa pasien dengan hasil,” TTV: TD.110 mmHg N.72x/i Suhu 36 derjat C. Dan GDS : 117mg/dl,” ujarnya.

“Jam 17.35 diberikan obat antasida sebelum di konsultasikan ke dokter jaga PKM Pattoppakang dan sebelum pasien di IV VD, pasien mau BAB dahulu dan Perawat lanjutkan pasang infus, selang beberapa menit kemudian pasien tiba-tiba drop dengan Kesadaran menurun (TD:90 mmHg) pada Jam 17.50 WITA malam pasien sudah tidak sadarkan diri,” tulisnya Nilal di group WhatsAap, “Inspirasi Takalar”. Minggu (01/09)

Lebih lanjut dikatakan dr. Nilal, pada saat pasien tak sadarkan diri, pihaknya langsung menghubungi Ambulance karena keluarga meminta untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Komentar