oleh

Nurdin Abdullah Copot Dirut Bank Sulselbar

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Rezky Nurul-Ekobis, Headline-

MAKASSSAR, BACAPESAN.COM – Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar), Andi Muhammad Rahmat dicopot dari jabatannya pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang berlangsung di Four Points by Sheraton, Ballroom Hall Golden Lily, Makassar, Rabu (4/9)

Ia dicopot oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, selaku pemegang saham pengendali Bank Sulselbar.

“Hari ini RUPS, dan pemegang saham menginginkan dirut dicopot,” kata Nurdin Abdullah sesaat usai menghadiri RUPS LB.

Diketahui, Bank Sulselbar telah memberi pinjaman kredit ke salah satu rumah sakit di Kota Makassar.

Namun belakangan kredit rumah sakit tersebut macet, yang disebabkan belum adanya pembayaran dari BPJS ke pihak rumah sakit.

Muhammad Rahmat menerima jabatannya dicopot dan tak menampik penyebab Ia dicopot. Namun menurutnya alasan-alasan itu dapat Ia pertanggungjawabkan

“Ada kredit kurang lebih Rp 100 Miliar bermasalah, salah satu pembiayaan ke rumah sakit. RS ini tak terima pembayaran BPJS, sehingga berpengaruh ke pembayaran kreditnya ke kami,” kata dia.

Terkait bank devisa, Andi Muhammd Rahmat mengatakan, Ia telah mengajukan permohonan untuk menjadi bank devisa ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun karena adanya persyaratan yang baru dipenuhi, keputusan dari OJK belum keluar

“Masalah devisa sebenarnya tidak ada masalah lagi karena kita sudah ajukan ijinnya ke OJK, sejak tanggal 12 Agustus sudah masuk berkasnya , tinggal menungu OJK , karena servis level OJK adalah 60 hari dia harus menjawab OJK apakah disetujui atau ada data tambahan, ini sampai sekarang kita masih tunggu, jadi devisa itu sudah selesaiā€œ, ungkapnya

Menurutnya, bank dapat mengajukan dirinya menjadi bank devisa jika kondisi keuangannya dianggap sehat dalam 18 bulan terakhir

“Devisa baru bisa di ajukan apa bila bank sehat selama 18 bulan, saya jadi dirut 2014, dan bank (Sulselbar) bisa sehat di 2017. Artinya 2018 ditambah 8 bulan 2019, baru bisa saya kirim permohonan perizinan, karena syaratnya baru terpenuhi untuk tingkat kesehatan bank,”ucap Muhammad Rahmat

Menurut Muhammad Rahmat, aset informasi ke Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan bahwasanya belum berdevisa

“Pak gubernur melihat kita belum berdevisa, saya tidak bisa mendapat devisa kalau belum berizin, semetara devisa baru bisa saya ajukan di atas bulan Juni 2019, karena aturan waktu tingkat kesehatan bank itu,” pungkasnya. (*)

Komentar