oleh

Rektor Unhas “Pasang Badan” Untuk NA, Pengamat: Sangat Wajar

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Partai, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Stateman Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries dalam sambutannya di acara Dies Natalis Unhas Makassar ke,-63 menuai sorotan.

Hal tersebut lantaran Prof Dwia Aries mengaku siap “pasang badan” dibawah kepemimpinan Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman. Sontak hal tersebut ditenggarai mengandung unsur politik.

“Kami siap berada di belakang Gubernur Sulawesi Selatan, karena kami sudah berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai dapur pemerintahan, bukan hanya Unhas saja pasti juga UNM, UMI, UIN dan beberapa kampus lainnya,” tegas Prof Dwia Ariesdi di Rujab Bupati Bone, Selasa (03/09/2019) kemarin.

Menanggapi pro dan kontra tersebut, pengamat Pendidikan sekaligus Ketua LLDikti wilayah XI Prof Jasruddin berpendapat bahwa sambutan yang dilontarkan Rektor Unhas tersebut murni tidak mengandung unsur politik.

“Pernyataan Ibu Rektor murni sebagai seorang akademisi yang secara bersamaan menjadi Rektor PTN terbesar di KTI. Jadi jauh dari intrik politik,” katanya, Rabu (04/09/2019).

Lebih jauh, setelah membaca secara lengkap pemberitaan di media, Prof Jasruddin menegaskan bahwa apa yang dilakukan Prof Dwia Aries sangat wajar dengan berbagai pertimbangan.

“Pertimbangan pertama Prof.NA telah menunjukan kinerja baik untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mendorong Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk berkinerja,  bahkan beliau konsisten dengan komitmen bahwa perguruan tinggu  akan dijadikan dapur pengembangan Daerah dan Nasional.” Tegasnya.

Pertimbangan selanjutnya  menurut ProfJasruddin Bahwa Prof. NA adalah seorang akademisi yang masuk ke pemerintahan dan berkinerja sangat baik,  diakui oleh Nasional dan internasional.

“Jadi sangat wajar jika dunia kampus (bukan hanya Unhas) memberi apresiasi atas kinerja tersebut. Sangat wajar jika Ibu Rektor mendorong Prof. NA untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam membangun Bangsa dari Daerah.” Terangnya.

Oleh sebab itu menurut Prof Jasruddin wajar jika komunitas akademisi tampil sebagai penjamin dan pendorong kinerja pemerintahan di Sulsel.

“Konsekuensi logisnya adalah akan memback up bahkan membela jika ada oknum,  perorangan atau kelompok yang “macam macam”. Kata macam macam dalam gaya bahasa orang bugis,  identik dengan “penzoliman”. Macam macam pada Prof NA berarti penzoliman pada beliau dan wakilnya” Bebernya.

Oleh karenanya,  menurut Prof Jasruddin sangat wajar jika kampus tampil membela.

“Sama persis jika Prof. NA melakukan penzoliman kepada masyarakat Sulsel,  maka kampus juga akan tampil untuk memberikan kritik dan saran tetapi tidak menzolimi beliau dan wakilnya,” tutupnya. (*)

Komentar