oleh

IMM Enrekang Gelar FGD Terkait Pemindahan Ibukota

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Qurniawan-Enrekang-

ENREKANG, BACAPESAN.COM – Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Buya Hamka STKIP Muhammadiyah Enrekang menggelar focus group discusion di aula kampus 1 STKIP Muhammadiyah Enrekang, Rabu malam (03/09/2019).

Adapun tema yang diangkat pada forum group discusion ini adalah “dampak pemindahan ibukota terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Enrekang”.

FGD ini diikiti oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Enrekang, dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang, dan kader-kader IMM Enrekang.

Ada lima narasumber pada kegiatan ini yakni Baharuddin S.Pd, M.Pd selaku akademisi dan praktisi pendidikan, Baharuddin S.E M.M selaku enterpreneur, Rahmat S.Pd M.Pd politis dan anggota DPRD Kab. Enrekang, Deceng Rumbu S.Sos M.Ap aparatul sipil negara, dan Drs. Muh. Yusrifai Yunus M.Si selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Enrekang.

Ketua Umum Pimpinan Komisariat Buya Hamka, Ilda Cita Suci dalam sambutannya mengatakan semoga pemateri dapat memberikan informasi dan tambahan ilmu terkait dampak pemindahan ibukota terhadap pembangunan di kabupaten Enrekang kedepannya.

“Saya ingin mengikutip Qs. Al Mujadalah ayat 11 bahwa Allah akan senantiasa meninggikan derajat orang yang berilmu,” ungkapnya.

Selain itu Baharuddin S.E selaku enterpreneur mengatakan pemindahan ibukota akan berdampak besar terhadap kabupaten Enrekang. Apalagi Enrekang adalah penyuplai sayur terbesar ke Pulau Kalimantan.

“Kalau memang jadi ini merupakan peluang besar, apalagi roda perekonomian akan berkembang, tinggal bagaimana mahasiswa dan semua komponen dapat menyambut ini,” tukasnya.

Ahmad Kamil, Ketua Umum PC IMM kab. Enrekang mengapresiasi kegiatan FGD ini. Menurut dia, sudah seharusnya mahasiswa aktif membahas isu-isu nasional yang lagi hangat sekarang ini.

“Pemindahan ibukota sendiri perlu dikaji secara mendalam, apalagi ini menyangkut hajat orang banyak, dan lagi masih banyak masalah penting yang mesti diselesaikan oleh pemerintah seperti kesenjangan, BPJS dan lain sebagainya,” tutur Kamil. (*)

Komentar