oleh

Diduga Lakukan Pungli, Laksus Desak Polres Takalar Periksa Bendahara JKN dan Kapus Sanrobone

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (Laksus) mendesak Polres Takalar untuk segera memeriksa Bendahara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kepala Puskesmas Sanrobone terkait dugaan pungutan liar (Pungli) di Pusksesmas Sanrobone.

Ketua Laksus Sulsel, Muh. Ansar menegaskan bahwa tidak ada alasan pihak Polres Takalar untuk tidak memeriksa pihak Puskesmas Sanrobone. Sebab, ini telah merugikan pegawai Puskesmas Sanrobone.

“Ini sangat jelas, salah satu pegawai Puskesmas Sanrobone yang enggan disebutkan namanya, mengakui setiap bulan dia bersama teman-temannya dipunguti sebesar Rp50 ribu oleh Bendahara JKN, Muliati,” Tegas Muh Ansar, Selasa (10/09).

Muh. Ansar juga menyampaikan, kalau dihitung dari jumlah pegawai Puskesmas Sanrobone yang dipunguti setiap bulan, cukup lumayan karena setiap bulan Bendahara Puskesmas Sanrobone berhasil mengumpulkan sebesar Rp1.550.000 dari 31 pegawai Puskesmas Sanrobone yang dipunguti.

Sementara Kepala Puskesmas Sanrobone, Sitti Sumarni dan Bendahara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Sanrobone, Muliati saat berusaha dikonfirmasi di Kantornya dan via WhasAap tidak berhasil ditemui. “Ibu Kapus dan Bendahara JKN Puskesmas Sanrobone ke Kantor Dinas Kesehatan Takalar,” kata salah seorang pegawai. (*)

Komentar