oleh

Razia Wisma di Makassar, Pelajar SMP Diamankan Saat Mau Enak-enak

Editor : Ashar Abdullah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Dunia pendidikan di Kota Makassar kembali tercoreng karena kenakalan para siswa-siswi yang mengenal pergaulan bebas.

Masih minimnya pengawasan orang tua serta kurangnya pembinaan di sekolah membuat siswa-siswi bebas berkeliaran tanpa memandang positif atau negatif.

Hal memalukan yang terjadi menimpah dunia pendidikan yakni, kedapatan siswa-siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kamar Wisma saat razia oleh Dinas Sosial Kota Makassar, Senin (9/9/2019) malam kemarin.

Di salah satu wisma di Kota Makassar, yakni Wisma Pratama, Jl. Salahutu Kecamatam Makassar. Siswi yang tergolong kategori masih dibawa umur bersama pasangan cowo di dalam kamar.

Kepala Dinas Sosial Makassar, Mukhtar Tahir yang ditemui usai memimpin razia PSK, penegemis dan anak jalanan mengakui jika dalam operasi tersebut mendapati sejumlah pasangan muda-mudi yang kini berstatus sebagai pelajar SMP di beberapa sekolah di kota Makassar.

“Iye benar, ada tadi kedapat berduaan sama pasangan di kamar. Ironisnya ada tiga pasangan masih status pelajar SMP, sedangkan pasangan lainya kedapatan mangkal di jalan sudah dewasa,” terang pria yang disapa Utta itu.

Sedangkan dari keterangan salah satu pelajar siswi yang kini duduk di bangku SMP, diketahui bernama G (15) tahun mengakui jika dirinya hendak jalan-jalan. Namun, tiba-tiba diajak ketemuan di kamar wisma sama pasanganya.

“Tadinya kami rencana mau jalan-jalan. Tapi tiba-tiba diajak ke kamar Wisma cerita-cerita,” akunya.

Meskipun di kamar yang berbeda, hal sama juga diakui oleh S (15) tahun siswi pelajar SMP menyebutkan jika dirinya bersama pasangan hanya cerita biasa di kamar, tanpa berbuat hal negatif.

“Hanya duduk-duduk di pak, kebetulan mau pergi jalan bareng,” terang gadis yang kini beralamat di Jl. Macini Baru kota Makassar itu.

Tak hanya pasangan SMP yang kedapatan di kamar wisma, razia penyakit sosial kaitan dengan PSK, tim gabungan Dinsos juga menemukan salah satu siswi dibawa umur yang kini masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas V.

Celakanya, siswi yang tergolong masih belia itu, dipekerjakan oleh oknum untuk dijual kepada pria hidung belang yang ingin melampiaskan nafsu bejatnya.

Dari pengakuan korban yang diketahui bernama SR, kini masih berstatus pelajar di salah satu SD Kota Makassar.

“Saya disuruh sama orang, kalau malam layani om-om,” akui pelajar itu secara singkat.

Diketahui, dalam razia ini sedikitnya tujuh pasangan bukan suami istri diamankan pihak Dinsos Makassar, selain itu beberapa Anjal yang mangkal di perempatan lampu merah ikut digelandang ke Kantor Dinas Sosial Makassar untuk diberikan pembinaan. (*)

Komentar