oleh

Pelaku Ekspor di Sulsel Trauma, Ini Penyebabnya

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pelaku ekspor di Sulsel ditenggarai masih terbilang rendah. Hingga Agustus 2019 peningkatan pelaku ekspor Sulsel masih beradat di digit yang kecil.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Arief R Pabettingi. Menurut Arif minimnya pelaku ekspor Sulsel dipengaruhi oleh dua faktor.

“Ada dua hal penting yang menjadi pelaku ekspor trauma. Pertama banyaknya regulasi atau izin yang tumpang tindih dan yang kedua suku bunga kredit,” kata Arif, Jumat (13/09/2019).

Menurut Arief, barang ekspor dari Sulsel mengalami kendala yang cukup besar karena dua faktor tersebut, belum lagi harus bersaing dikancah nasional maupun internasional.

“Saya pernah keliling yah di seluruh Indonesia dan luar negeri, suku bunga di luar negeri hanya 3-4 persen pertahun. Indonesia berapa, bisa sampai 13 persen. Bagaimana kita bisa bersaing dengan negara negara lain. Otomatis kalau ekspor dari Sulsel saingannya lokal dan luar negeri.”bebernya.

Lebih jauh, Arief mencontohkan, misalnya prodak kopi dari Sulsel kemungkinan saingan ada dari Vietnam, Brasil, Aljazair sedang dalam negeri saja sangat sulit bersaing.

Terakhir Arief berharap saya berharap regulasi dan ijin ada perubahan yg dibuat pemerintah karena tumpang tindih.

“Itu menjadi sangat dominan dan sering ditemui dilapangan. Kalau harga bisa dilakukan hitung hitungan dengan buyer luar negeri, tetapi aturan dan suku bunga maupun ijin itu modal utama supaya kita bisa lebih bersaing lagi di luar negeri,” tutupnya. (*)

Komentar