oleh

Tiga Kali Berkas Perkara Dikembalikan Kejari Lutim, Cici Terpaksa Mengadu ke Hotman Paris

Editor : Ashar Abdullah-Daerah, Luwu Timur-

LUTIM, BACAPESAN.COM – Bulan juli kemarin, Srie Susilowati (41) berangkat ke Jakarta untuk menemui Hotman Paris, pengacara kondang juga pemilik kedai Kopi Joni.

Cici, panggilannya, bermaksud untuk mengadukan perkara yang sudah ia laporkan – terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh suaminya yang bekerja sebagai Kepala Seksi di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Luwu Timur, saat ini statusnya sudah menjadi terdakwa dan tahanan kejaksaan – namun Kejaksaan Negeri Luwu Timur di Malili, Sulawesi Selatan sudah tiga kali mengembalikan berkas perkara ke pihak Kepolisian Resort Luwu Timur. Alasannya, untuk kelengkapan berkas.

Sehingga Cici musti diinterogasi ulang, menggali keterangan ulang dari seorang saksi, sampai harus memeriksa kesehatan kejiwaannya. Sementara hasil visum sudah didapatkan. Ada bekas luka goresan beling di betis kanan, bekas luka sobekan di pelipis mata kiri, bekas setrika dan siraan air panas. Cici merasakan gelagat yang aneh, mungkin ia disangka gila. Sebelum berangkat ke Jakarta, ia terlebih dulu menemui Kepala Pengadilan Negeri, mempertanyakan keanehan itu. “Kan yang sakit itukan fisiknya bukan jiwanya kenapa harus dilakukan tes psikiater,” kata Cici dibalik telepon menirukan perkataan Wakil Kepala Pengadilan waktu itu.

Sementara Hotman Paris kala mendengar cerita Cici yang sudah tiga kali berkasnya dikembalikan, kaget dan mengatakan, “memangnya kamu gila?” ingat Cici. Dalam video berdurasi 58 detik yang dikirmkan melalui WhatsApp, Hotman Paris memohon dengan tegas agar Kepala Kejaksaan Luwu Timur menindaklanjuti berkas pelapor karena dokter sudah melakukan visum dengan jelas.

Pertemuan itu berlangsung di pagi tanggal 13. Ia akhirnya bertemu dengan Hotman Paris di Kopi Joni, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Banyak antrian. Orang datang dari berbagai daerah untuk mengadukan tuntutannya. Beruntung, setelah bertemu, Hotman Paris memintanya untuk menunggu dan melakukan rekaman, “supaya masalahmu mendapatkan perhatian di daerah.” Cici sempat diundang di satu sesi talkshow-nya Hotman Paris di TV, “setelah pertemuan itu bang hotman langsung ngajak untuk rekaman di acara talkshownya karena ini musuhnya ASN dan suami juga keluarga pejabat.” Kata Cici, yang juga pegawai Honorer di Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Luwu Timur.

Awalnya ide untuk bertemu langsung dengan Hotman Paris datang dari saran keluarganya di Yogyakarta. Menceritakan bahwa dia juga pernah mengalami hal serupa – KDRT – dan setelah mengadukan ke Hotman Paris laporannya baru mendapatkan tanggapan. Di tanggal 9 Juli berangkatlah ia ke Jakarta. Persis seperti yang diharapkan, hari jumat setelah ia muncul di TV, Cici di telepon oleh pihak Polres Luwu Timur bahwa Kasman (Penyidik Sat. Reskrim Polres Luwu Timur) berangkat ke Palopo untuk menemui Sahid, seorang Psikolog.

Sahid bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Palopo. “Bu Cici nda gangguan jiwa cuma dia mengalami trauma berkepanjangan,” Katanya ketika bertemu di ruang kerjanya, kemarin siang, 11 September.

Awalnya di 2017, bersamaan di tahun awal suaminya menjabat sebagai Kepala Seksi. Sejak itupula suami tidak pernah memberikan nafkah kepada anak dan istri. Tiap kali Cici mengantar suaminya ke kantor, jika tidak tepat di depan kantornya, ia harus bersiap-siap menerima umpatan dari suami. Tiga kata umpatan yang paling sering dilontarkan oleh suaminya: idiot, baga (tolol), butto (bau busuk).

Komentar