oleh

Wakili Kaum Milenial, dr Fadli Ananda Makin Mantap Maju Pilwalkot Makassar

Editor : Lukman Maddu-Pilkada-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), jumlah pemilih milenial di 24 kabupaten dan kota di Sulsel mencapai 2.197.197 dari total 6.159.375 daftar pemilih tetap (DPT) Sulsel.

Dari data diatas, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar merupakan daerah penyumbang terbesar soal pemilih milenial, yaitu 352.018 pemilih atau sekitar 30 persen dari total jumlah DPT Kota Makassar yang mencapai 954.437.

Dengan jumlah tersebut, tentu suara pemilih milenial ini dinilai sangat mempengaruhi kemenangan kandidat di pemilihan Wali Kota Makassar. Hal ini pula yang membuat owner Rumah Sakit Ananda Makassar, dr Fadli semakin mantap untuk ikut bertarung memperebutkan posisi sebagai orang nomor satu di Makassar, tahun 2020 mendatang.

Pasalnya dr Fadli mengklaim jika kalangan milenial tentu saja cenderung akan lebih memilih kandidat yang dianggap mewakili mereka, karena merasa seumuran dan paling mengerti kebutuhan kalangan milenial.

Hal tersebut diungkapkannya, saat hadir dalam acara Ngobrol Politik yang diadakan oleh redaksi Harian Rakyat Sulsel, Jumat (13/9).

“Awal saya terjun ke dunia politik saat perhelatan Pilpres 2019 kemarin. Saat itu saya masuk dalam tim pemenangan capres Prabowo-Sandi. Selanjutnya, atas dorongan dari teman-teman sesama kaum milenial, maka saya pun mantap untuk ikut maju di Pilwali Makassar,” kata dr Fadli Ananda.

Ia mengaku meski Pilwalkot Makassar diikuti politisi ulung dan handal serta ketokohan yang sudah tak diragukan lagi kapabilitasnya, namun hal tersebut tak menciutkan nyalinya untuk ikut berkompetisi.

“Makassar ini yang paling keras kandidat yang bertarung. Semuanya orang yang tak diragukan lagi. Tapi kenapa saya ingin tetap maju bertarung, karena saya melihat diera digital saat ini tentu dibutuhkan figur yang menguasai teknologi. Itu yang menjadi peluang saya sebagai untuk bisa bersaing dengan mereka,” ungkapnya.

Komentar