oleh

Oknum Penyelenggara Jambore Nasional Barru Diduga Tipu Peserta Forum Osis Sulsel

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Barru, Daerah-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Tertipu, kira kira ini kata yang cocok menggambarkan perasaan para peserta Jambore Nasional Forum Osis Sulawesi yang berasal dari 40 sekolah se-Sulsel.

Bagaimana tidak, kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 13 hingga 15 September 2019 di Kabupaten Barru tersebut tidak berjalan sesuai yang dijanjikan penyelenggara.

Pasalnya, kegiatan yang memungut biaya administrasi hingga Rp 350.000 pertim untuk mendapatkan berbagai fasilitas kegiatan berlangsung, tidak kunjung dipenuhi.

Salah satu peserta Jambore Nasional berinisial W membeberkan kronologi saat Jambore tersebut dilangsungkan. Pada awalnya W mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut disebabkan kegiatan ini berskala nasional.

“Jadi begini, awalnya saya antusias sekali ikut kegiatan itu karena saya fikir tingkat Nasional tetapi tiba dilokasi tidak sesuai yang apa saya harapkan.,” ungkapnya, Rabu (18/09/2019).

W melanjutkan, setiba dilokasi kegiatan, semua fasilitas yang dijanjikan oleh panitia tak ada satupun dipenuhi.

“Disuruhki juga membayar Rp 350.000 pertim untuk biaya pendaftaran, katanya sudah termasuk biaya administrasi, untuk mandi, cuci, kakus, listrik, biaya mengelolah makanan selama 3 hari2 malam, biaya beli air, biaya kesehatan, keamanan, dan biaya lainnya. Tetapi tak satupun fasilitas tersebut di penuhi,” bebernya.

Sempat ada keluhan, lanjutnya, yang dilontarkan peserta jambore dalam kegiatan tersebut namun ditanggapi seadanya oleh penyelenggara.

“Jadi pas tiba disana kak, kita hanya diberikan makanan dua kali saja sehari , makanannya juga seperti orang dalam tahanan, listrik juga tidak ada jadi kalo mau mencas hp harus pergi kerumah warga dengan bayar Rp 5 ribu sudah itu lagi fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) juga tidak ada. Alasan mereka hanya satu, katanya daerah tempat kegiatan kami mengalami kekeringan,” tambahnya.

Tidak berhenti disitu, menurut W peserta juga mengeluhkan sertifikat yang diberikan panitia karena diduga palsu. Belum lagi beberapa nama bintang tamu yang dijanjikan akan hadir dalam kegiatan ini pada realisasinya tidak dihadirkan. “Ada 2 tanda tangan yang berbeda padahal namanya sama,” tutupnya. (*)

Komentar