oleh

I_am Center Bantu Balita Sindrom Nefrotik di Pangkep

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Atho-Daerah, Pangkep-

PANGKEP, BACAPESAN.COM – Balita Fauzan (2) penderita sindrom nefrotik yang dirawat intensif di Rumah Sakit Batara Siang Pangkep akhirnya mendapat donatur. Putra dari ibu Rahmatia (25), warga Maccini Oto, Kecamatan Minasatene saat ini dilaporkan berangsur membaik.

Adalah I_am Center, salah satu komunitas yang didirikan oleh Adnan Muis, tidak lain adalah Ketua IKA Smansa Pangkep bersedia membantu perawatan balita Fauzan hingga proses penyembuhan.

“Kami siap membantu ananda Fauzan hingga sembuh, semua biaya kami tanggung, termasuk pengurusan jaminan kesehatannya,” ujar Founder I_am Centre, Adnan Muis, Sabtu (21/09).

Disinggung terkait hadirnya I_am Center di Pangkep, Adnan menjelaskan, jika wadah tersebut kedepan akan berbentuk yayasan sosial yang siap membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Doakan, kami masih mengurus segala sesuatunya, dengan legalitas yang kami miliki nanti, kami harap kerja sosial kami kedepan tepat sasaran, bisa berkontribusi dan menjadi fasilitator antara pemerintah dan masyarakat,” jelas pria yangakrab disapa Nanang tersebut.

Hadirnya I_am Centre sendiri dilatarbelakangi keinginan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya baik berupa materi maupun tenaga.

Terpisah, Bagian Humas RS Batara Siang, Mansyur yang dihubungi terkait kondisi balita Fauzan mengaku jika pasien sudah mulia membaik, meski masih mendapat perhatian dan penangana dari dokter.

“Alhamdulillah, sudah dalam tahap pemulihan, kondisinya sudah membaik, hanya belum diizinkan pulang, karena penyakit ini akan langsung kambuh bila tidak teratur pola makan, istirahat dan pola hidupnya,” jelas Mansyur.

Balita Fuaza sendiri masih dirawat di Kamar Flamboyan, RS. Batara Siang, dia didiagnosa menderita nefrotik sindrom, yaitu penyakit infeksi ginjal yang menyebabkan kadar protein di dalam urine meningkat akibatnya terjadi pembengkakan pada perut dan mata dari si pasien. (*)

Komentar