oleh

Respon Nurdin Abdullah Diwacanakan Masuk Kabinet Jokowi – Ma’ruf

Editor : Ashar Abdullah-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Nama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) masuk dalam bursa calon menteri kabinet Jokowi- Ma’aruf. Hal itu terungkap saat dirinya ramai diberitakan di media nasional.

Menanggapi itu, NA mengatakan dirinya saat ini masih melaksanakan kepercayaan rakyat Sulawesi Selatan untuk meneruskan pekerjaan di Sulsel.

“Itu kan (baru) survei. Biasanya lembaga kepresidenan itu buat poling sebagai salah satu bahan pertimbangan. Tapi saya mau jelaskan bahwa pemilihan Gubernur itu telah memakan uang, tenaga, waktu yang begitu besar. Komitmen kita menyelesaikan masa periode ini masih kuat,” ujar NA, Jumat (20/9).

Meski begitu, apa bila ditunjuk Jokowi, NA pun tak kuasa harus menolak. Dia mengatakan persoalannya bukan tentang tertarik jadi menteri atau tidak, tetapi jika hanya sekedar wacana dia enggan berkomentar mau.

“Bukan soal tertarik, kita harus memaknai kita sudah memilih menjadi gubernur ya udah kita selesaikan masa jabatan kita. Terus presiden juga pasti banyak putra-putri terbaik kita yang akan menjadi pilihan. Kami tidak menolak, itu kalau sudah ditawarin baru wawancara lagi,” ujar dia.

Bahkan dengan percaya diri NA menyebut jika potensi jadi menteri di Sulsel hanya satu orang. Meski tidak menyebutkan satu nama, namun dirinya mengisyaratkan jika hanya dia yang berpotensi jadi menteri.

“Dari Sulsel banyak putra-putri terbaik, tapi saya pikir cuman satu perwakilan dari Sulsel jadi Mentri dalam kabinet Jokowi. Hanya tuhan dan pak jokowi yang tau itu,” bebernya.

Selain jadi menteri, beredar isu NA juga digadang-gadang dipersiapkan PDIP menjadi calon wakil presiden lepas jadi gubernur. “Jadi gubernur saja sudah di angket”, singkatnya.

Jika NA menerima tawaran presiden jadi menteri tersebut, maka secara mudah Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menduduki tahta sebagai gubernur. Sayangnya, adik menteri pertanian Amran Sulaiman itu belum bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya, NA diisukan akan ditempatkan sebagai menteri Desa Tertinggal dan menteri pertanian, mengganti Amran Sulaeman.

Sementara itu, pengamat pemerintahan Bastian Lubis mengatakan jika NA seharusnya tidak memilih menjadi menteri. Kata dia, menjadi seorang Gubernur kekuatannya lebih besar dibanding menjadi menteri.

“Kalau menteri kan membantu presiden, kalau gubernur lebih top di daerah sama. Jadi secara rasional kalau orang waras, pasti pilih jadi gubernur,” kata Lubis saat dikonfirmasi.

Terkait kompetensi NA digadang menjadi menteri, Lubis mengaku jika mantan Bupati Bantaeng dua perioede itu belum cukup.

“Jadi menteri itu dilihat dari kinerja dulunya apa? Keberhasilan NA apa coba? Pantai mutiara berhasil hadirkan wisman banyak? Berarti cocok jadi menteri pariwisata. Smelter emang udah jalan? Kalau digadang jadi menteri pertanian seharusnya jadi menteri kehutanan seperti background pendidikan dia. Tapi gebrakan apa yang sudah dia lakukan di bidang kehutanan?” Jelasnya.

“Jika melihat income per kapita Sulsel meningkat itu juga tidak ada relevansinya dengan Pemerintah provinsi Sulsel. Soalnya kok bisa income naik tapi serapan anggaran hanya 27 persen? Jadi masyarakat sejahtera dari siapa? Pasti ada pengaruh dari para pengusaha swasta,” lanjut dia.

Selain itu rektor Universitas Patria Arta ini menyebut jika masih banyak potensi putra-putri Sulsel bisa jadi menteri. “Sebut saja Amran Sulaeman itu masih bisa, Akbar Faisal juga bisa, jadi saya kira masih banyak lah, bukan hanya NA,” tutupnya. (*)

Komentar