oleh

Buka Pospeda VIII, Anwar Abubakar Harap Santri Terdepan dalam Pembangunan

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Ratih-Metro-

BACAPESAN.COM – Pekan Olah Raga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda) VIII tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi dihelat di asrama haji Sudiang,Makassar, Senin (23/9/2019) pembukannya oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd.

Dalam amanatnya, Anwar Abubakar berharap, santri harus senantiasa menjadi yang terdepan dalam segala bidang pembangunan, apalagi di bidang agama. ‘’Karena saya yakin dan percaya kualitas santri setelah melalui proses penempaan sedemikian rupa, dapat membentuk pribadi yang jauh lebih kuat dan berkualitas,’’ paparnya.

Kakanwil yang didampingi Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fathurrahman, SE, MM, dengan senyuman yang khas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pospeda VIII ini, sebagai sebuah instrument alat ukur, bagaimana sistem pendidikan yang terbangun di pondok pesantren.

“Meskipun santri yang menjadi objek penilaian, namun juga dapat menjadi tolak ukur bagi para pembinanya. Menunjukkan kualitas santri yang bagus tentunya ditopang dengan berbagai metode pembinaan yang bagus pula dari pembinanya, begitulah siklus pembinaan yang seharusnya’’, ucap kakanwil.

Menurut kakanwil, santri dan pesantren telah menjadi bagian penting sebuah sejarah kemerdekaan bangsa, dan memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan. ‘’Melalui penanaman karakter keislaman yang kuat, santri diharapkan dapat menjawab situasi dan tantangan yang lebih kompleks, dimasa yang akan datang’’, katanya sambil menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan tema Hari Santri Nasional 2019, pada Oktober mendatang yakni ‘’Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia’’.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga, menyampaikan, olahraga dan seni merupakan kegiatan yang tidak bisa kita abaikan dalam kehidupan, karena dengan keduanya aktifitas dapat berjalan maksimal dan juga membuka ruang-ruang prestasi.

Dikatakan, komitmen untuk mendukung segala upaya pembinaan, pengembangan dan prestasi pemuda dan siswa Sulawesi Selatan, yang memiliki bakat di bidang olah raga dan seni. ‘’Pondok pesantren yang menjadi bagian integral dalam pendidikan nasional diharapkan mampu memunculkan santri yang tidak hanya kuat dengan nilai-nilai keislaman, tetapi juga unggul dalam bidang teknologi, olahraga, maupun seni,’’ tambahnya.

Prosesi pembukaan Pospeda VII diawali dengan begitu meriah. Iring-iringan peserta tampak antusias menampilkan kearifan lokal masing-masing daerahnya. Dari menampilkan hasil bumi daerahnya, berbusana adat Baju Bodo hingga pakaian adat hitam khas tanah Kajang Kabupaten Bulukumba.

Semakin menarik, ketika seorang santri asal Kabupaten Takalar, dengan gagah maju ke hadapan Kakanwil beserta para tamu undangan lainnya, sambil menghunus badik (senjata tajam khas Bugis-Makassar). Menampilkan pertunjukkan budaya “Angngaru”, sebuah ikrar kesetiaan rakyat dan prajurit terhadap pemimpin bagi masyarakat makassar zaman dulu.

Pada masa sekarang, angngaru sering dipertunjukkan dalam kegiatan adat, kegiatan pemerintahan, maupun dalam penyambutan tamu- tamu kehormatan, membuat Kakanwil, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, beberapa Kabid Kemenag Sulsel dan Kepala Kankemenag Kab/Kota, beserta para undangan lainnya berdecak kagum.

Jumlah peserta yang ikut ambil bagian pada penyelenggaraan Pospeda VIII kali ini, sebanyak 380 orang terdiri dari cabang olahraga atletik (4 nomor), cabang olahraga pencak silat, cabang seni pidato 3 bahasa (Inggris, Arab, dan Indonesia), serta cabang seni cipta baca puisi. (*)

Komentar