oleh

Bupati Takalar Diduga Pelihara “Tikus Berdasi”

Editor : Lukman Maddu, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Meski menyandang predikat sebagai terpidana dugaan kasus korupsi saat bertugas di Kabupaten Jeneponto, Muh Irfan masih bisa menikmati jabatan starategis di lingkup Pemda Kabupaten Takalar.

Muh Irfan yang tak lain Aparatur Sipil Negara (ASN) dipercayakan saat ini oleh Bupati Takalar, H. Syamsari Kitta menduduki jabatan sebagai kepala bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa.

Banyak pihak menyayangkan sikap Bupati Takalar Syamsari Kitta yang memelihara “tikus berdasi”. Salah satunya Ketua Lankoras-Ham Sulawesi Selatan, Mukhawas Rasyid, SH, MH.

“Harusnya Bupati Takalar tidak mengakangkat pejabat yang sudah terjerat kasus hukum pidana, apalagi kasus korupsi,” ucap Ketua Lankoras-Ham, Mukhawas Rasyid, SH, MH, Selasa (24/9/2019).

Dikabarkan, saat bertugas di Jeneponto, Muh Irfan tersandung dugaan kasus korupsi penyelahgunaan wewenang dan penggelapan dana proyek kegiatan belanja modal Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto tahun 2008 silam.

Kalau Muh Irfan sudah pernah dijerat kasus korupsi, lantas bagaimana ia bisa memberi tauladan. Sudah begitu, bagaimana ia bisa menyakinkan rekan kerja dan bawahannya untuk memberikan layanan publik terbaik kepada masyarakat, sementara ia sendiri sudah pernah melanggar amanat rakyat (korupsi).

“Kejadian di atas bertolak-belakang dengan tekad Pemerintah pusat untuk memberikan efek jera kepada koruptor. Sekalipun sudah terjerat kasus korupsi, masih diberikan jabatan empuk oleh Bupati Takalar,” kata Mukhawas.

Sekaitan kasus yang menjerat Muh Irfan saat bertugas di Jeneponto dibenerkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto, Syafruddin Nurdin.

“Benar Muh Irfan sudah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri Jeneponto. Namun saya lupa berapa tahun hukumannya. Muh Irfan diduga korupsi saat menjabat Kabag Cipta Karya di Dinas PU Jeneponto,” tegas Syafruddin Nurdin.

Hingga berita ini diturunkan pihak Pengadilan Kabupaten Jeneponto belum dimintai konfirmasinya. (*)

Komentar