oleh

Dari 85 Legislator Provinsi, Hanya Dapil VII Bone Minim Representasi Perempuan

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Yadi-Pilkada, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sebanyak 85 anggota DPRD Sulsel Terpilih periode 2019-2024 resmi di lantik, Selasa 24 September kemarin.

Dari total 83 dilantik. Mereka diisi oleh wakil dari 11 partai politik. Golkar menempatkan caleg terbanyak dengan total 13 kursi, disusul NasDem 12 kursi, Gerindra 11 kursi, dan Demokrat 10 kursi.

PKS, PKB, dan PDIP masing-masing mengamankan 8 kursi. Selanjutnya, PAN mengisi 7 kursi, PPP 6 kursi, serta Perindo dan Hanura masing – masing 1 kursi.

Salah satu hal menjadi perhatian khusus bagi publik adalah Daerah pemilihan (Dapil) VII Bone yang tidak punya perwakilan perempuan di DPRD Sulsel.

Padahal, semua partai mendengungkan agar perwakilan perempuan di dewan provinsi perwakikan dari 11 dapil se-Sulsel. Sedangkan 10 dapil lainya, sebagian parpol berhasil menenempatkan kader perempuan pada daerah pemilihan caleg terpilih masing-masing.

Dari data KPU, total keseluruhan anggota DPRD periode 2019/2020, Partai Gerindra dan PKS berada pada posisi terbanyak menempatkan kader perempuan di DPRD Provinsi.

Gerindra sebanyak 5 orang, PKS 5 orang, disusul NasDem 4 orang, Golkar 3 orang, PPP 3 orang, Demokrat 3 orang PDIP 1 orang. Sehingga total caleh perempuan dusuk di parlemen tingkat provinsi sebanyak 24 orang.

Jumlah ini meningkat, karena berkaca tahun sebelumnya. Keterwakilan perempuan di parlemen Sulsel hanya 17,6 persen. Data KPU Sulsel 2014 menetapkan, dari 85 kursi di DPRD Sulsel untuk periode 2014-2019, yang terpilih hanya 15 orang perempuan. Selebihnya, yang akan menduduki parlemen Sulsel adalah 70 orang atau 82,3 persen adalah laki-laki.

Direktur Makassar Women Studies, Ana Mardiani Hyphatia Al-Makassari mengatakan, keberhasilan perempuan yang duduk di kursi parlemen berbagai tingkatam adalah suatu kemajuan.

“Bahwa laki-laki dan perempuan memang perlu menjalin kerja sama yang erat dalam segala bidang apapun,” ujarnya. (*)

Komentar