oleh

Mahasiswa Singapore Polytechnic Ingin Kembali ke Gowa

Editor : Lukman Maddu-Gowa-

GOWA, BACAPESAN.COM – Usai melakukan Learning Expres di Kabupaten Gowa, sejumlah Mahasiswa Singapore Polytechnic mengaku sangat menyukai suasana di Gowa bahkan tidak sedikit yang ingin kembali bertemu masyarakat setempat, khususnya di Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu.

Salah satu Mahasiswa Singapore Polytechnic Rei Wong Si Qi, mengatakan sejak menginjakkan kaki ditempat tersebut, dirinya disambut antusias dan merasakan keramahan warga didaerah itu.

Selain itu, dirinya mengungkapkan selama empat hari tiga malam tinggal dirumah warga, kekeluargaan sangat nampak meskipun baru kenal, apalagi semua alat yang digunakan sangat manual sehingga mengajarkannya lebih mandiri lagi dan semangat membuat inovasi yang berhubungan dengan hasil pertanian disini.

“Kekeluargaannya sangat terasa, mengenai tugas kami, saya pribadi sudah memikirkan untuk membuat penyiraman air di Kebun kol tanpa harus masyarakat capek lagi mengangkat secara manual,” katanya dengan bahasa inggris, usai closing ceremony program learning express, di Baruga Tinggimae Rujab Bupati Gowa, Rabu (26/9) malam.

Meskipun dirinya kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat setempat namun karena berkolaborasi dan didampingi dengan mahasiswa Unismuh Makassar semua tampak mudah.

Olehnya dirinya berharap, suatu saat jika diberi kesempatan ke Gowa dirinya orang pertama yang akan mengatakan setuju. Pasalnya Rei sangat menyukai suasana kekeluargaannya ditambah makanannya salah satunya perkedel dicampur dengan sambel tomat asli.

“Wow tentunya mau sekali, terutama ke Cikoro untuk cobain masakan warga disana,” harapnya.

Mahasiswa Singapore lainnya, Muhammad Farhan juga merasakan hal yang sama, menurutnya orang Gowa sangat ramah, bahkan masih ingin lebih lama lagi tinggal di Cikoro.

” Sebenarnya 4 hari 3 malam itu singkat sekali, rasanya saya belum mau pulang, masih ingin tinggal, tetapi karena sudah diatur mau bagaiamana lagi, namun saya memiliki rencana kembali lagi suatu saat nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, 54 Mahasiswa terdiri dari Mahasiswa Singapore Polytechnic sebanyak 27 orang dan 3 dosen, dan dari Unismuh Makassar 27 orang mahasiswa dan 3 dosen melakukan learning ekspres atau pembelajaran singkat adalah kegiatan Unismuh dalam hal ini FKIP bekerjasama dengan Singapore Politekhnik melakukan KKN singkat, dimana seluruh mahasiswa melakukan kolaborasi untuk membuat sebuah inovasi yang berhubungan dengan tiga hasil panen ditempat tersebut yakni kol, cengkeh, dan coco, di Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa selama 4 hari 3 malam. (*)

Komentar