oleh

Sosialisasikan Perjanjian Indonesia-EFTA, Ni Made Ayu Imbau Masyarakat Tingkatkan Kualitas Ekspor

Editor : Ashar Abdullah, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kementrian Perdagangan menggelar sosialisasi perjanjian dagang atau Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

Sosialisasi tersebut membahas tentang kerjasama bilateral antar negara untuk menghapuskan tarif bea masuk di masing masing Negara EFTA terkait seperti Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss, dan negara mitra yang memiliki kesepakatan terhadap penghapusan tarif.

Penghapusan tarif tersebut mencakup 6,333 pos tarif (90.97% total pos tarif) Norwegia yang mencakup 99.75% nilai impor Norwegia dari Indonesia, penghapusan tarif pada 8,100 pos tarif (94.28% total pos tarif) Islandia yang mencakup 99.94% nilai impor Islandia dari Indonesia, serta penghapusan tarif pada 7,042 pos tarif (81.74% total pos tarif) Swiss yang mencakup 99.65% nilai impor Swiss dari Indonesia.

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Indonesia,Ni Made Ayu Marthini
mengungkapkan, hadirnya perjanjian ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Sulsel.

“Untuk di Sulsel sendiri, ada beberapa produk atau jasa yang sangat berpotensi seperti perikanan, rumput laut, kemudian rempah rempah seperti lada, cengkeh,emas, ada juga produk lainnya untuk diekspor,” ungkapnya.

Namun demikian, Ni Made Ayu Marthini mengimbau, seiring dengan semakin mudahnya akses juga memiliki banyak persyaratan sehingga masyarakat harus meningkatkan kualitas.

“Dalam peningkatan kualitas ekspor, Indonesia sudah memiliki kerjasama dengan negara EFTA untuk meningkatkan kualitas Ekspor. Darisegi jasa, Kementerian Perdagangan sedang melakukan pelatihan perikanan untuk menambah kualitas produk”, tutupnya. (*)

Komentar